•   Rabu, 17 Juli 2019
Peristiwa Nusantara

Pembangunan Bandara di Masalembu Kian tak Jelas

( words)
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Darul Hasyim Fath


SURABAYAPAGI.com Sumenep – Pembangunan bandar udara (bandara) di Kecamatan/Kepulauan Masalembu, Sumenep, Madura, Jawa Timur, terkesan hanya sebatas wacana. Pasalnya, hingga kini rencana pembangunan sarana transportasi udara itu belum ada kejelasan.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Sumenep, Darul Hasyim Fath mengatakan, hingga saat ini pembangunan bandara di Pulau Masalembu belum ada kejelasan meski rencana tersebut telah lama dilontarkan Pemerintah Daerah.
Belum adanya kejelasan itu, kata Darul, karena tidak adanya keseriusan dan minimnya political will dari pemerintah, baik pusat maupun daerah.
“Bandara Masalembu itu sangat mendesak karena menjadi kebutuhan masyarakat. Namun, sampai detik ini tak ada kejelasan. Ini sama halnya menggantung keinginan masyarakat,” ujar Politisi PDI Perjuangan ini, Kamis (11/4/2019).
Menurut Darul, bandara itu merupakan anggaran sharing. “Kan itu dibagi, ada runway dan fasilitas lainnya. Tinggal kemauan pemerintah saja,” tandas pria asal Pulau Masalembu ini.
Dia mengungkapkan, untuk bandara di kepulauan akan menggunakan aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Namun, sampai detik ini tidak ada kepastian. “Sekali lagi kami tegaskan, ini menjadi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Darul menambahkan, keberadaan bandara Masalembu sangat layak. Sebab, mobilisasi warga cukup besar. Bahkan, kata dia, tidak hanya warga, melainkan juga untuk penjualan ikan. “Adanya bandara (Masalembu) sangat layak,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Sumenep, A Busyro Karim menyampaikan, beberapa waktu lalu pihaknya sudah rapat dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI terkait rencana aktifitas penerbangan ke Pulau Masalembu.
“Beberapa waktu lalu, saya sudah rapat di Jakarta dengan Kemenhub. Kami sudah melakukan langkah-langkah untuk rencana penerbangan ke Masalembu,” kata bupati.
Selain dengan Kemenhub, kata Busyro, pihaknya juga telah rapat dengan pihak Elnusa selaku pemilik runway. Hasilnya, lanjut dia, pihak Elnusa merestui Pemkab Sumenep menggunakan runway di sana.
“Elnusa bilang, silahkan kalau mau dipakai pemerintah kabupaten. Kami tidak akan minta sewa dan semacamnya,” ungkap dia menirukan pernyataan pihak Elnusa.
Hanya saja, meski sudah mendapat restu dari Elnusa, untuk proses selanjutnya Pemkab Sumenep masih harus berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan. Sebab seluruh proses izinnya di sana.
“Kami sudah bersuratan dan komunikasi (dengan Kemenkeu). Mudah-mudahan, setelah nanti ada transportasi udara ke sana (Masalembu), bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tuturnya. (haz)

Berita Populer