•   Selasa, 16 Juli 2019
Kriminal

Cari Kepala Korban Mutilasi, Polisi Pasang Jaring di Sungai

( words)
Tim Kepolisian melakukan pencarian anggota tubuh Budi Hartanto, seorang guru di Kota Kediri yang menjadi korban mutilasi di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Polisi terus berupaya untuk mengungkap kasus mutilasi Budi Hartanto (28), seorang guru honorer warga Mojoroto, Kabupaten Kediri.

Polisi saat ini memasang jaring di beberapa sungai di daerah Kediri. Hal ini diterangkan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera.

Saat ini polisi terus mencari potongan kepala korban dengan cara memasang jaring di sungai. "Kita pasang jaring di sungai, kalau-kalau kepala korban dibuang ke sungai," terang Kabid Humas Di Polda jatim (11/4/2019).

Tak hanya itu, polisi juga harus berpikir keras mencari motor milik korban, yang hingga saat ini belum ditemukan. "Ini motor korban juga belum ketemu," ujar Kabid Humas Polda Jatim.

Disinggung kesulitan apa yang dialami penyidik, Perwira dengan tiga melati di pundak ini, mengaku tak ada kesulitan. Polisi mengatakan bahwa kasus ini pasti terungkap hanya butuh waktu saja.

Kita ketahui, penyidik menunggu hasil labfor apakah pembunuhan ini dilakukan secara profesional ataukah ada temuan atau petunjuk baru bagi penyidik untuk cepat mengungkap siapa pelaku pembunuhan ini dan motif pelaku.

Sebelumnya, Budi Hartanto (28), guru honorer asal Mojoroto, Kabupaten Kediri, ditemukan tewas mengenaskan. Mayatnya dimasukan dalam koper dan dibuang di bawah Jembatan Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Rabu (3/4/2019) kemarin.

Kabar yang beredar, pembunuhan sadis Budi itu diduga dilatarbelakangi karena persoalan asmara. Rumor yang berkembang, korban masuk dalam lingkaran asmara sesama jenis alias LGBT.

Kabar itu mencuat setelah polisi melakukan sejumlah pemeriksaan saksi-saksi atas tewasnya Budi yang dibunuh secara keji dengan memenggal kepalanya. Bahkan hingga kini potongan kepalanya belum ditemukan.

Rata-rata, rekan korban yang diperiksa bertingkah aneh. Kendati seorang laki-laki, namun mereka berperilaku lemah gemulai. Namun demikian, polisi belum bisa menyimpulkan terkait dengan kebenaran kabar itu. “Saksi-saksi tingkah lakunya menyerupai perempuan,” ucap sumber di internal kepolisian.

Dikonfirmasi terpisah Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Frans Barung Mangera, menyebutkan jika ada spesifikasi khusus terhadap Budi. Menurutnya, korban merupakan seorang laki-laki, namun memiliki pekerjaan layaknya wanita yakni seorang penari.

“Korban ini seorang pria tapi pekerjaannya cenderung yang dilakukan wanita, yaitu penari. Tentunya kita masuk ke masalah itu, yang lebih mengkristalkan penyidikan dalam rangka pengungkapan,” jelasnya di Mapolda Jatim.

Disinggung terkait dengan kabar yang berkembang jika motif pembunuhan itu lantaran persoalan asmara, Barung masih enggan memberikan kesimpulan. Sebab, saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan di lapangan. "Nantilah itu, kita masih bekerja di lapangan. Kasihan teman-teman yang bekerja di lapangan,” pungkasnya. nt

Berita Populer