•   Selasa, 16 Juli 2019
Peristiwa Nusantara

Penyebar Hoaks Ngaku Iseng, Kapolda Imbau Hati-hati di Medsos

( words)
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan, Dirreskrimsus Kombes Pol Akhmad Yusef Gunawan, dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera saat memberikan keterangan. (Foto: SP/ANTOK)


SURABAYAPAGI.com - Penyidik melakukan pendalaman terhadap tersangka pelaku mengunggah tragedi 1998, motif pemilik Facebook Antonio Banerra atau Arif Kurniawan Radjasa menyebarkan hoaks terulangnya tragedi kerusuhan 1998 terungkap.
Sebelumnya Arif mengaku jika dia menyebarkan hoaks lantaran trauma akan terulangnya tragedi kerusuhan 1998. Pasalnya, Arif yang merupakan keturunan Tionghoa mengaku keluarganya sempat menjadi korban.
Namun, hal tersebut nyatanya merupakan jawaban spontanitas Arif saat ditanya penyidik. Dia akhirnya mengaku jika keluarganya bukan korban tragedi 1998. "Oh endak itu waktu pertama kali ditanya sama Reskrim. Spontan aja juga," kata Arif, Kamis (11/4).
Sementara saat ditanya apa tujuannya melakukan hal tersebut, dia mengaku tak ada motivasi khusus. Dia hanya spontan mengikuti isu-isu Pilpres di Facebook.
"Kalau untuk motivasi khusus tidak ada itu cuma spontanitas aja bahwa ada kisruh-kisruh di Facebook tentang Pilpres dan membela calon presiden tertentu aja," lanjutnya.
Selain itu, Arif mengaku mengetahui jika perbuatannya sangat berbahaya bagi orang lain yang termakan hoaksnya. Namun, dia tak berpikir sampai di situ. Arif juga mengaku hal ini merupakan inisiatifnya sendiri.
"Sangat tahu sekali waktu itu sih nggak sempat berpikir sampai seperti ini. Ini sangat-sangat inisiatif sendiri dan saya melakukannya sendiri," imbuhnya.
Menanggapi hal ini, Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengimbau ke masyarakat untuk lebih berhati-hari dalam menggunakan sosial media.
Luki juga mengatakan masyarakat tak perlu resah dan takut akan terulangnya tragedi 1998, pasalnya polisi sudah menangkap pelaku yang menyebarkan berita bohong tersebut.
"Kami sampaikan ke masyarakat Jatim bahwa berita bohong, pasca tanggal 17 akan ada peristiwa besar, peristiwa berdarah itu tidak benar. Pelaku yang menyebarkan ini sudah kami amankan dan kami tangkap dan sekarang sudah kami tahan," tegas Luki.
Luki juga menyayangkan meski pelakunya sudah ditangkap, namun berita ini masih tersebar di masyarakat. Dia pun menegaskan jika Polri dan TNI akan bersinergi dalam memberikan jaminan keamanan pada masyarakat saat Pemilu 2019 nanti.
"Masyarakat harus tenang, tidak ada peristiwa itu, kami TNI Polri sudah kami sampaikan akan mengamankan pemungutan suara sampai ke TPS, sampai kembali ke rumah," pungkasnya.

Berita Populer