•   Selasa, 16 Juli 2019
Sportainment

Kapolda Minta Bonek juga Tak Datang Ke Malang

( words)
Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kapolda Jawa Timur Irjen Pol. Luki Hermawan mengapresiasi sikap Aremania, suporter Arema FC, yang menaati kesepakatan tidak datang menyaksikan laga final Piala Presiden leg 1 Persebaya versus Arema di Gelora Bung Tomo Surabaya pada Selasa lalu, (9/4/2019). Kapolda berharap sikap sama ditunjukkan suporter Persebaya, Bonek-Bonita, saat laga leg 2 di Stadion Kanjuruhan Malang pada Jumat (12/4/2019).

Sesuai MoU yang sudah lama disepakati Arema dan Bonek, kata Luki, Bonek tidak akan datang mendukung langsung tim kesayangannya ketika bertanding di Malang. Begitu pula sebaliknya, Aremania juga tidak datang ke Surabaya ketika tim kesayangan mereka bertanding di Surabaya.

“Kemarin, (suporter) Arema bagus, terima kasih, dia tidak ada yang bergerak ke sini (Surabaya), dan saya minta untuk Bonek juga untuk menaati aturan yang sudah ada untuk tidak berangkat ke sana (Malang),” kata Luki usai pertemuan dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, (11/4/ 2019).

Untuk pengamanan, mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Keamanan Markas Besar Kepolisian RI itu mengatakan bahwa jumlah personel yang diterjunkan lebih besar dari pada saat leg 1 digelar di Gelora Bung Tomo Surabaya. Apalagi, Presiden Joko Widodo dijadwalkan hadir dan menyaksikan pertandingan di Stadion Kanjuruhan.

“Kemarin dapat laporan dari Kapolres Malang 4.260 (personel). Tapi kami akan lihat, karena dengan adanya kunjungan Pak Presiden yang jelas ada protap. Jadi, itu di luar itu (jumlah 4.260 personel). Bisa lebih, bisa mencapai lima ribuan,” katanya.

Luki juga mencermati isu berkembang tentang larangan kendaraan berpelat L (Surabaya) dan W (Sidoarjo-Gresik) masuk ke Malang saat laga final besok digelar. Dia menegaskan, isu tersebut tidak benar adanya. Tidak ada larangan bagi masyarakat Surabaya dan sekitarnya berkegiatan di Malang. “Enggak (benar). Saya sudah sampaikan bahwa aktivitas masyarakat seperti biasa. Enggak usah khawatir dan takut,” ucapnya.

Hal yang pasti, sama seperti saat leg 1 di GBT, penyekatan akan dilakukan oleh pihak Kepolisian sebelum laga dimulai di Stadion Kanjuruhan. Aremania yang tidak mengantongi tiket bakal dihalau agar tidak masuk ke dalam stadion. Atribut-atribut klub di luar tim tuan rumah juga jadi sasaran razia. nt

Berita Populer