•   Minggu, 21 Juli 2019
Pilpres 2019

Di Depan Pendukung Prabowo, Gatot Nurmantyo Kritik Jokowi

( words)
Mantan Panglima TNI Gatot dan Prabowo di Surabaya, Jumat (12/4/2019).


SURABAYAPAGI.com - Diluar dugaan, kampanye akbar dan Pidato Kebangsaan Prabowo di Surabaya, Jumat sore (12/4/2019) dihadiri Mantan Panglima TNI, Jenderal (purn), Gatot Nurmantyo. Di tempat tersebut, Gatot Nurmantyo mengungkap ketidakadilan terkait alokasi anggaran di tubuh TNI dengan Polri.
Gatot mengaku hal itu dirasakan ketika beliau menjabat sebagai pimpinan TNI era Presiden Joko Widodo. Saat menjabat Panglima TNI dulu, Gatot menceritakan anggaran di Kementerian Pertahanan dalam Perubahan APBN hanya mendapat Rp 6 triliun. Padahal di bawah Kementerian Pertahanan ada TNI AL, AU, dan AU. Jumlah personilnya mencapai 455 ribu lebih, ratusan pesawat tempur, ratusan kapal perang dan ribuan tank dan senjata berat.
Mantan Pangdam V/Brawijaya itu merinci bahwa alokasi Rp 6 triliun di bagi masing-masing mendapat Rp 1 triliun lebih ke Kementerian Pertahanan, AD, AL, AU, dan AD. Sementara Mabes TNI mendapat Rp 300 Miliar.
"Saat menjabat panglima TNI, saya sudah berusaha semaksimal mungkin.Tapi tidak berdaya. Sebagai mantan panglima TNI saya sampaikan agar rakyat tidak terpecah-pecah," ungkapnya.
Gatot lantas membandingkan dengan institusi lainnya yang anggarannya Rp 4 triliun. Padahal institusi tersebut tidak mempunyai pesawat tempur, senjatanya pendek, senjata panjangnya sedikit dan jumlah personil tidak sampai 3 ribu. Ironisnya lagi, anggaran di tubuh kepolisian mendapat alokasi anggaran Rp 17 triliun.
"Tidak ada yang salah. Semuanya benar-benar saja. Tetapi ini dari segi anggaran mengecilkan TNI," paparnya.
Gatot menilai hal yang paling penting adalah moralitas dan semangat juang di TNI. Namun jabatan strategis sebagian dicopot, ketika dia tidak lagi menjabat sebagai panglima. Salah satunya Kepala Badan Intelejen Strategis TNI, Mayjen Ilyas Alamsyah. Namun orang-orang yang bermasalah justru menempati jabatan strategis. Hanya saja, Gatot tak menyebut siapa yang dimaksud orang bermasalah tersebut.
Dalam kesempatan yang dihadiri ribuan pendukungnya itu, Calon presiden Prabowo Subianto memperdengarkan pidato Bung Tomo dalam Pidato Kebangsaan di Dyandra Convention Hall, Surabaya, Jawa Timur, Jumat, 12 April 2019.
Prabowo mengatakan, pidato Bung Tomo sengaja diperdengarkan di hadapan ribuan hadirin sebagai penegas bahwa ketidakadilan harus dilawan dan kejujuran harus ditegakkan.
"Saudara-saudara, seolah-olah Bung Tomo bicara kepada kita ’jangan tunduk kepada ketidakadilan. Jangan tunduk kepada penzoliman, jangan mau diintimidasi dan dibohongi’," kata Prabowo.
Prabowo memastikan perjuangan menuju Indonesia adil makmur sudah berada di rel yang benar. Ketua Umum Partai Gerindra ini meyakini, perjuangan rakyat untuk Indonesia menang diridhoi Tuhan Yang Maha Esa.
"Kita berada di jalan yang benar. Kita membela kejujuran, kebenaran dan keadilan. Kita yakin Tuhan Yang Maha Besar akan bersama kita," ucap Prabowo. rko

Berita Populer