Sejumlah petugas Panwas Kecamatan Kalitengah menertibkan APK di hari tenang. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masa tenang mulai Minggu (4/4/2019) dilakukan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Lamongan, selain menertibkan sejumlah Alat Peraga Kampanye (APK), juga diminta untuk perketat pengawasan.

Pengawasan pelaksanaan pemilu itu dilaksanakan seperti disampaikan oleh Miftahul Badar, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lamongan, untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, kalau pelaksanaan pemilu sesuai dengan regulasi yang ada.

"Masa tenang menjelang pelaksanan pemilu, seluruh jajaran pengawas dengan serius melakukan pengawasan, diantaranya tentang distribusi C6 atau panggilan untuk datang ke tempat pemilihan suara (TPS) hingga distribusi logistik lainnya," kata Badar panggilan akrab Miftahul Badar.

Dalam pengawasanya ini kata Badar, pihaknya mengimbau data orang sudah meninggal C6 nya tidak diberikan, untuk menghindari penyelewengan. Karena itu, ia menghimbau C6 tersebut dikembalikan ke KPU melalui PPS, sehingga tidak terjadi penyelewengan C6. “Kami juga berharap agar masyarakat juga membantu kami untuk melaporkan jika mengatahui ada warga yang meninggal, sehingga C6-nya tidak distribusikan,” terang Badar.

Hal serupa juga ditegaskan oleh Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lamongan, Imam Ghozali, petugas tidak boleh memberikan atau mendistrubusikan C-6 ke pemilih yang sudah meninggal.

“C6-nya tidak boleh diberikan, baik ke keluarganya maupun ke pihak lain, harus diserahkan kembali ke PPK melalui PPS serta dibuatkan berita acara. Ini sesuai aturan serta untuk mencegah penyalahgunaan C-6,” ungkap Imam Ghozali.

Di sisi lain, memasuki hari tenang menjelang pelaksaan pemilihan calon presiden-calon wakil presidin, pemilihan DPRD Kabupaten, DPRD Propinsi dan pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD), petugas melakukan penertiban atribut, alat peraga kampanye, baliho, bendera caleg dan gambar spanduk pasangan capre-cawapres di seluruh wilayah di Lamongan. jir