Rangga Putra, Hendarwanto, Jaka Sutrisna,

Tim Wartawan Surabaya Pagi

Sejak Minggu (14/4/2019) kemarin, Pilpres 2019 memasuki masa tenang, setelah masa kampanye ditutup dengan debat terakhir di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019) malam. Kini banyak pihak yang bertanya-tanya, siapa yang bakal memenangi atau memperoleh suara terbanyak di hari pencoblosan Rabu (17/4/2019) lusa. Sejumlah Pakar Feng Shui yang dihubungi Surabaya Pagi, pasangan capres-cawapres nomor 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin diramal sebagai pemenang. Meski begitu, pasangan capres-cawapres nomor 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno juga memiliki peluang meraup suara besar.

---------------

Pakar Feng Shui asal Surabaya, Suhu Guntur, mengungkapkan dalam hitungan keberuntungan, Jokowi-Ma’ruf bakal keluar sebagai pemenang kontestasi orang nomor satu di Indonesia pada 17 April 2019. Menurutnya, dari lima unsur feng shui yang antara lain api, logam, tanah, kayu dan air, mantan Walikota Solo yang juga mantan Gubernur DKI Jakarta itu lengkap memiliki semuanya.

“Ini artinya, mencerminkan sosok yang dapat mengayomi dan bijaksana,” cetus Suhu Guntur kepada Surabaya Pagi, Minggu (14/4/2019).

Di sisi lain, menurut Suhu Guntur, Prabowo sejatinya juga hampir lengkap unsur feng shuinya, sama seperti Jokowi. Hanya saja, sambung Suhu Guntur, unsur api tidak ada dalam diri mantan Danjen Kopassus itu. Apalagi, dalam diri Prabowo terdapat unsur tiga kayu yang berarti kaku, keras kepala, dan otoriter (semau gue).

“Faktor-faktor ini sangat membawa dampak kejiwaan seseorang dalam melaksanakan kegiatan sehari-harinya,” paparnya.

Dalam terawangannya, kepemimpinan Jokowi - Ma’ruf mendatang akan membawa Indonesia ke arah yang lebih sejahtera. Misalnya, arah ekonomi bangsa yang lebih baik. "Harta-harta koruptor akan disita. Itu kan mensejahterakan. Keadaan politik dan hukum juga semakin baik," lanjut Suhu Guntur.

Ramalan sama juga diungkapkan Suhu Haryanto, pakar feng shui Surabaya lainnya. Ia mengungkapkan, ajang pesta demokrasi lima tahunan yang berlangsung pada 17 April 2019, bakal menjadi milik pasangan Jokowi-Ma’ruf.

Pasalnya, jika ditinjau dari peruntungan ala Tiongkok, hari lahir Jokowi ini relatif netral, alias tidak ada gangguan yang berarti pada tahun 2019 (Tahun Babi Tanah). Hanya saja, Suhu Haryanto berpesan kepada Jokowi untuk mewaspadai peristiwa besar yang bisa saja terjadi menjelang hari-H coblosan. “Misalnya saja ada yang berkhianat,” cetus Suhu Haryanto.

Di sisi lain, Suhu Haryanto menyebut Prabowo tidak memiliki peruntungan yang baik tahun ini. Hanya saja, nasibnya bisa sedikit membantu. Namun dia menggarisbawahi, shio kelinci bakal menerima nasib buruk dengan mengalami sederet bencana. “Misalnya, kalau punya rencana bisa berantakan,” ungkap Suhu Haryanto.

Paslon 01 Powerfull

Master Fengshui Indonesia Yohan Suyangga punya ramalan berbeda. Menurutnya, kedua pasangan capres-cawapres memiliki peruntungan sama besar dalam Pilpres 2019 yang berlangsung pada tahun babi tanah. Joko Widodo lahir pada 21 Juni 1961 dan menempatkannya di bawah naungan shio sapi dengan unsur tanah.

"Logam menekan tanah. Jadi, Pak Jokowi saat ini akan powerfull sekali dan sangat kuat untuk menjadi kandidat. Tentu saja prospeknya cukup besar. Untuk prospek, 70 persen itu yang paling besar," ujar Master Yohan.

Keberuntungan yang sama, menurut Master Yohan, juga dimiliki Cawapres Maruf Amin yang lahir pada 11 Maret 1943. Maruf Amin berada di bawah naungan shio kambing dengan unsur air. "Karena tahun ini adalah tahun babi tanah, kambing air punya peranan untuk membuat adem. Jadi, pemilu nanti terasa adem karena ada peran serta Pak Maruf Amin," papar dia. "Prospek Pak Maruf Amin antara 60 sampai 70 persen," katanya.

Paslon 02 Hoki

Begitu juga dengan paslon capres dan cawapres nomor urut 02, menurut Master Yohan, juga memiliki keberuntungan yang besar. Prabowo Subianto yang lahir pada 17 Oktober 1951 memiliki shio kelinci dengan unsur logam. Secara umum, master Yohan melihat shio babi, kelinci, dan kambing memiliki "hoki" (keberuntungan) besar pada 2019.

"Jadi, Pak Prabowo berada pada tahun kejayaannya. Keberuntungannya sangat besar sekali dibanding tahun-tahun sebelumnya," ungkapnya.

Terkait peluang keberuntungan Prabowo pada pemilihan presiden, Master Yohan melihat prospek yang sama dengan Jokowi, yaitu sebesar 70 persen. "Mungkin nanti selisih angka presentase-nya sedikit berbeda. Jadi enggak selisih jauh," katanya.

Sementara, Cawapres Sandiaga Salahuddin Uno yang lahir pada 28 Juni 1969 berada di bawah naungan shio ayam dengan unsur tanah. Master Yohan melihat keunikan pada shio ayam itu. "Keunikannya, ayam tanah dengan tahun babi adalah teman baik. Bukan keberuntungan besar. Hanya memulai untuk beruntung, tapi tidak menjadi luar biasa," ujar Master Yohan.

Sejalan Hasil Survei

Hasil terawangan pakar feng shui itu rupanya berbanding lurus dengan hasil lembaga survei maupun pengamat politik. Peneliti senior Surabaya Survei Center (SSC) Surokhim Abdussalam mengungkapkan, hasil survei pihaknya menunjukkan angka 56-44 untuk paslon 01 (Jokowi-Ma’ruf).

Walau begitu, elektabilitas paslon 02 diprediksi bisa meningkat lantaran penampilan debat terakhir yang dinilai mampu mencuri perhatian undecided voters dan swing voters. “Dua hari besok jika berjalan normal dan tidak ada kejadian ekstra, saya pikir 01 masih akan unggul dengan prediksi ekstrapolasi terbagi rata. Angka itu bisa 56 - 44. Namun jika ada pematik kejadian yang bisa mematik bigbang, maka angka itu masih mungkin bisa berubah dan bergerak dinamis,” papar Surokhim.

Sementara itu, lembaga Survei Nasional (Median) juga telah merilis hasil survei terbaru mereka. Berdasarkan survei, pasangan Jokowi-Ma’ruf unggul 47,2 persen. Sedangkan Prabowo-Sandiaga mendapat angka 39,5 persen. Survei ini dilakukan pada 31 Maret sampai 7 April 2019. "Dari hasil survei, pasangan Joko Widodo-Maruf Amin masih memimpin dengan perolehan 47,2 persen dan pasangan Prabowo-Sandi 39,5 persen, dengan 13,3 persen yang masih belum menentukan pilihan atau termasuk undecided voters," ujar Direktur Eksekutif Median Rico Marbun dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/4/2019).

Selisih keduanya terlihat makin tipis, karena hanya 7,7 persen saja. Berdasarkan survei, tren dukungan untuk paslon nomor urut 01 mengalami penurunan.

Berbeda dengan pasangan nomor urut 02 yang mengalami peningkatan elektabilitas. Meski demikian, kedua kandidat masih berpeluang saling mengejar dan meninggalkan, karena suara yang belum memutuskan pilihan masih tinggi.

Adapun jumlah responden yang dilibatkan dalam survei adalah 1.500 orang yang tersebar di 34 provinsi. Mereka dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error penelitian kurang lebih 2,6 persen. Sementara tingkat kepercayaan sekitar 95 persen. Responden juga dipilih secara acak untuk diwawancara secara tatap muka.

Dari survei Charta Politika, pasangan Jokowi-Ma’ruf masih unggul dengan angka 55,7 persen. Sedangkan pasangan Prabowo-Sandiaga mendapat 38,8 persen.

Selisih keduanya terbilang tinggi, karena di angka 16,9 persen. Survei dilakukan pada 5-10 April 2019. "Dari 55,7 persen pemilih 01, sudah 88,4 persen yang mantap memilih Jokowi-Maruf. Sementara 33,8 persen pemilih 02, sudah 87,8 persen yang mantap memilih Prabowo-Sandi. Angka yang sudah tinggi hampir 90 persen tidak akan berubah pilihan," ujar Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya, Sabtu (13/4/2019).

Responden yang dilibatkan di survei ini sebanyak 2.000 persen. Sedangkan margin of error penelitian sekitar 2,9 persen. Hasil ini kemungkinan masih akan berubah, karena survei dilakukan 7 hari jelang pencoblosan. n