•   Minggu, 21 Juli 2019
JawaTimur

Warga Diedukasi Atasi Sampah Plastik dan Stunting

( words)
Prov. Jatim Arumi Bachsin saat memberikan sambutan di kantor Bakorwil III Malang.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Guna mensinergikan program Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang ada di pelosok desa, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Prov Jatim Arumi Bachsin melakukan road show di beberapa wilayah di Jawa Timur. Serangkaian acara yang bertujuan untuk memberikan edukasi, pengetahuan tentang pentingnya pengolahan sampah plastik dan penanganan stunting di Jatim itu dilaksanakan di Kantor Bakorwil III Malang, kemarin.
Ketua TP PKK Prov. Jatim Arumi Bachsin dalam sambutannya menyampaikan, bahwa TP PKK Prov. Jatim akan terus memberikan edukasi tentang pemilahan sampah kepada perempuan di Jatim. TP PKK akan mengedukasi kepada kaum perempuan dengan cara membangun budaya agar mereka terbiasa hidup sehat.
Arumi menjelaskan, berdasarkan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) di Jakarta beberapa waktu lalu terdapat dua masalah besar dari bangsa ini yang perlu diatasi, yakni permasalahan sampah plastik dan penanganan stunting.
"Maka, kami berharap program tersebut bisa diteruskan di PKK hingga kecamatan/desa sehingga estafet program ini bisa tercapai. Serta permasalahan stunting bisa terurai dan persoalan sampah plastik bisa dicegah sejak dini," tegasnya.
Arumi menegaskan, bahwa permasalahan stunting merupakan sebuah kondisi dimana tinggi badan seseorang ternyata lebih pendek dibanding tinggi badan orang lain pada umumnya. Penyebab stunting sendiri terjadi karena kurangnya asupan gizi yang diterima oleh janin bayi. "Stunting bisa terjadi pada saat di kandungan dan biasanya terjadi dan terdeteksi pada usia 2 tahun keatas," jelasnya.
Melihat keadaan tersebut, peran orangtua untuk mengawal dan mendampingi anak untuk intervensi mengawal tumbuh kembang sang anak wajib dilakukan."Terpenting 1.000 hari kehidupan anak tugas orang tua harus mampu mengawal secara asupan gizi dan nutrisi dengan baik. Terlepas anak tersebut memiliki tanda tanda stunting atau tidak," imbuhnya.
Permasalahan stunting, sebut Arumi, sebenarnya dapat dicegah. Caranya, lewat pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara ekslusif hingga makanan pendamping ASI (MPASI). Termasuk penyediaan akses air bersih dan fasilitas sanitasi juga berpengaruh terhadap pencegahan stunting.
"Kita ingin Jatim menjadi provinsi terdepan yang mampu menggerakkan PKK baik provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan/desa bahkan dasa wisma dalam mengatasi permasalahan stunting di Indonesia," terangnya.
Terkait penanganan sampah plastik, Arumi menegaskan, bahwa persoalan tersebut membutuhkan komitmen dari semua pihak, terutama bagi ibu-ibu rumah tangga dalam memberikan edukasi kepada anggota keluarga yang ada di rumah.
Ia menilai, limbah rumah tangga harusnya tidak tercampur aduk seperti yang sekarang. "Semua pihak harus bertekad untuk memastikan di setiap rumah tangga juga sudah dipilah-pilah," tegasnya. arf

Berita Populer