Taman Bungkul yang menjadi ikon Surabaya.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Taman-taman yang cantik kini menjadi salah satu ciri khas kota Surabaya. Untuk semakin memperkuat ciri itu, Pemkot Surabaya sudah merencanakan membangun enam taman kota lagi di beberapa titik.

Enam taman kota itu diprediksi rampung dan siap dipakai beraktivitas tahun ini.

Kepala Seksi Ruang Terbuka Hijau dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya, Rochim Yuliadi, mengatakan, secara total, tahun ini pihaknya mengerjakan 71 lokasi taman.

Kemudian, enam taman baru dan lanjutan ini dikerjakan secara paket lelang dan swakelola.

"Untuk yang enam lokasi paket lelang tersebut dua lokasi adalah pekerjaan lanjutan meneruskan paket lama, jadi bukan lokasi baru. Sedangkan yang empat adalah proyek baru," tuturnya, kemarin.

Enam taman yang dimaksud adalah Taman Kreatif ex Incernerator Keputih, Taman Harmoni Keputih, Taman Mozaik Wiyung Praja, Taman Memorial Balas Klumprik, Taman Geologi Gunung Anyar, dan Taman ex Pasar Kedinding.

Rochim menjelaskan, lokasi-lokasi taman dipilih dengan berbagai tujuan, seperti daerah Wiyung dan Balas Klumprik yang memang belum ada taman skala kota yang representatif untuk dinikmati warga kota, serta sebagai sarana rekreasi gratis.

Begitu pula dengan taman di Kali Kedinding dan Gunung Anyar. Mereka berharap kehadiran taman bisa membantu perekonomian masyarakat sekitar.

"Pembangunan taman ini diharapkan mampu memberikan stimulus untuk perekonomian warga setempat. Dengan adanya taman baru di lokasi tersebut, maka kegiatan ekonomi warga dapat terangkat juga, karena di taman-taman tersebut akan dilengkapi dengan sentra kuliner," paparnya.

Hingga kini, dua taman sudah memasuki proses lelang, yakni Taman Harmoni dan Taman Kreatif.

Taman Mozaik dan Taman Memorial sedang dalam proses DED, dan Taman Geologi serta Taman ex Pasar Kedinding masih tahap desain.

Taman Harmoni dan Taman Kreatif tidak akan memiliki banyak perubahan dari desain awal, yakni tersedia banyak jogging track.

Sedangkan untuk Taman Mozaik, sesuai namanya, DKRTH fokus pada permainan warna dan pola-pola mozaik, supaya menarik bagi masyarakat yang ingin berswafoto.

Ketika ditanya target selesai, Rochim menjanjikan tahun ini semua taman akan direalisasi. Keenam taman ini tidak akan menjadi proyek terakhir DKRTH.alq