Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Luki Hermawan saat melakukan pengecekan terhadap pasukan yg akan berangkat ke daerah.

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Agar pemilu berjalan dengan lancar, sebanyak 1113 personil pasukan Anggota Polisi dan TNI diberangkatkan ke beberapa daerah seperti Madura, Matraman dan Tapal Kuda. Penempatan pasukan ini di siagakan di beberapa tempat yang berpotensi kericuhan selama massa pemilihan umum (Pemilu) 2019.



Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan penempatan personil ini berdasarkan tingkat kerawanan pada Pemilu 2019. Beberapa tempat seperti di wilayah Madura, Matraman, dan Tapal Kuda. "Ini setelah beberapa polres tersebut membutuhkan bantuan pasukan tambahan jadi ini yang kami turunkan di beberapa tempat yang memang rawan," ucapnya, Senin (15/4/2019).

Penambahan personel ini akan dipusatkan di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang memang rawan terjadi kericuhan. "Untuk mempertebal dan memperkuat TPS," ujar Luki.

Beberapa wilayah seperti Ngawi, Jember, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep yang berpotensi terjadinya konflik Pemilu. "Kondisi ini lantaran beberapa Polres ini meminta bantuan tambahan anggota untuk pengamanan Presiden," jelas Luki.

Pasukan disiapkan seperti Sabhara, dan Brimob yang akan diberangkatkan ke beberapa daerah yang masuk kawasan rawan. "Mekanismenya nanti akan kami lakukan di Lapangan," ucap Luki.

Tak hanya anggota Polisi, namun anggota TNI juga diturunkan ke beberapa daerah yang rawan. Panglima Kodam V Brawijaya, Mayjen Wisnoe Prasetja Boedi mengatakan jika anggota TNI hanya membantu Polisi untuk melakukan pengamanan. "Ada sekitar 17.650 personil dari tiga matra Darat, Laut dan Udara yang sudah disiagakan," jelasnya.



Wisnoe mengatakan anggota TNI sudah siap jika suaktu saat dibutuhkan bantuan untuk pengamanan Pemilu 2019 di Jawa Timur. "Kodim kodim siap on call jika memang dibutuhkan," jelasnya.nt