•   Rabu, 16 Oktober 2019
Geliat Malam

Korban Mutilasi dalam Koper dan Tersangka Kenal Lewat Aplikasi Chat Khusus Gay

( words)
Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto didampingi Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Gupuh Setiono dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Dibalik Tragedi pembunuhan mutilasi dalam koper Budi Hartanto (28) berawal dari pelaku Aris Sugianto (34) dengan Azis Prakoso (23), terhadap korbannya. Dimana, perkenalan antara Aris dengan Budi melalui aplikasi pertemanan khusus untuk gay. Perkenalan itu terjadi saat Juli 2018 lalu.

"Kenal dari bulan Juli lalu jadi udah sekitar setahun. Keduanya berkenalan melaui aplikasi chat khusus untuk gay bernama Hornet kemudian keduanya menjalin hubungan," kata Wakapolda Jatim Brigjen Pol Toni Harmanto, Senin (15/4/2019).

Toni menjelaskan, setelah menjalin hubungan Aris dan Budi melakukan pertemuan sebanyak tiga kali di rumahnya. Pertemuan tersebut dilakukan untuk melakukan hubungan badan yang juga dilakukan sebanyak tiga kali. "Pertemuan sudah bertemu 3 kali dirumahnya melakukan hubungan badan sebanyak tiga kali di rumah tersangka. Pertemuan terakhir di warung itu," jelas Toni.

Pertemuan keempat kalinya yang dilakukan di warung itu. Keduanya juga telah melakukan hubungan badan. Namun akibat tak diberikan uang akhirnya terjadilah awal pembunuhan. "Korban pelaku telah benerapa kali melakukan hubungan sesama jenis sebanyak 3 kali. Ini kali 4. Setiap kali melakukan hubungan badan tersangka selalu memberikan sejumlah uang kepada korban. Namun saat kejadian pelaku kondisi sedang tak memiliki uang," imbuhnya.

Toni menambahkan, saat itu korban meminta uang sebesar Rp 100 ribu kepada pelaku Aris. Karena Aris tak memiliki uang ia mencoba meminta pinjaman ke Azis. Sementara Azis tak memiliki uang juga dan akhirnya ia menasihati Budi.

"Budi memaki Azis dan menamparnya, kemudian Aziz menampar balik dan Budi mengambil pisau dari kursi namun di tangkis dan Budi di bacok hingga tertelungkup. Setelah itu mayat di masukkan ke dalam koper dengan Dipenggal kepalanya," jelasnya. nt

Berita Populer