Riko Abdiono, Rangga Putra, Hermi

Tim Wartawan Surabaya Pagi


Daerah Pemilihan (Dapil) Jatim 1 Wilayah Surabaya-Sidoarjo, yang dijuluki kawasan panas, tidak terbantahkan. Deretan artis yang diusung sejumlah partai politik, tak ada yang melenggok ke gedung DPR RI Senayan, Jakarta. Kecuali Arzeti Bilbina, yang sudah lama dijagokan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Demikian juga anak muda seperti Abraham Srijaya, anak advokat Tjandra Srijaya, tak ikut tercangking dalam konstestasi Pileg 2019-2024. Termasuk mantan Ketua PWI Jatim, Dhimam Abror. Dhimam, yang nyaleg melalui Partai Amanat Nasional (PAN).

Sedangkan, NasDem kemungkinan akan mengirimkan Vinsensius Awey, disusul mantan Kejati Jatim Maruli Hutagalung. Untuk Partai Demokrat, tampaknya menyorong Lucy Kurniasari, mantan calon Wakil Wali Kota Surabaya ini untuk bisa lolos ke Senayan. Berbeda dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), besar kemungkinan untuk Dapil Jatim 1, bisa mengirim Puti Guntur Soekarnoputri, Bambang DH, Puti Guntur dan Indah Kurnia.

Demikian simulasi tim Surabaya Pagi dengan KPU, sejumlah elite partai politik dan pengamat politkk, Senin (22/4/2019) siang kemarin. Simulasi ini didasarkan hasil real count di KPU, hingga Minggu malam.

Sebanyak 87 kursi DPR RI dari Provinsi Jawa Timur telah diperebutkan oleh 1.193 caleg dalam perhelatan Pemilu 2019 pada 17 April lalu. Dari semua dapil di Jatim, adalah Dapil Jatim 1 (Surabaya - Sidoarjo) yang paling menyita perhatian. Diketahui terdapat 135 caleg dari 16 parpol yang saling berebut 10 kursi di dapil neraka ini. Lalu, bagaimana peluang mereka?

Peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC) Surokhim Abdussalam mengungkapkan, jika melihat tren perolehan sementara versi real count KPU di website Pemilu2019.kpu.go.id, maka konfigurasi perolehan kursi DPR RI Dapil Jatim 1 ini diprediksi bakal dikuasai oleh Koalisi Indonesia Kerja (KIK), koalisi pendukung paslon capres-cawapres nomor urut 1, Joko Widodo - Ma’ruf Amin.

PDIP Amankan 3 Kursi

PDI Perjuangan sendiri diprediksi memperoleh tiga hingga empat kursi DPR RI dari dapil Jatim 1 (Surabaya - Sidoarjo). Tiga kursi itu diprediksi bakal diduduki berturut-turut oleh Puti Guntur Soekarno (no urut 2), Bambang DH (1) dan Indah Kurnia (4). Sementara kursi keempat bakal diperebutkan oleh Laksda TNI (Purn) Yuhastihar dan Andre Hehanusa. Hanya saja, kursi keempat ini bakal bersaing dengan perolehan suara parpol lainnya.

Rekor, PKB Kalah di Jatim

Di sisi lain, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) digadang-gadang menggondol dua kursi. Kursi pertama akan disabet Syaikhul Islam (no urut 1), sementara kursi kedua akan diperebutkan antara Arzeti Bilbina (2) dan Fandi Utomo (3).

“Sepanjang sejarah pemilu legislatif, persaingan di Jatim selalu dimenangi oleh PKB,” cetus Surokhim. “Kini, rekor itu kemungkinan bakal pecah dengan menangnya PDIP.”

Sementara itu, Partai Golkar dan Gerindra masing-masih diperkirakan berhasil mengamankan masing-masing satu kursi. Dari Golkar, adalah Adies Kadir, sang petahana yang paling berpeluang besar. Menyusul di belakangnya ada nama Andi Budi Sulistijanto. Yang menarik, satu kursi dari Gerindra bakal diperebutkan oleh petahana Bambang Haryo (no urut 1) dan artis Ahmad Dhani (2).

Peluang NasDem dan Demokrat

Tiga kursi tersisa akan menjadi rebutan antara Nasdem, PKS, Demokrat, PPP dan PAN. Namun, yang paling berpeluang adalah dua parpol yang disebut pertama. Pasalnya, sambung Surokhim, para caleg kedua partai tersebut diketahui bekerja keras untuk mendongkrak perolehan suara.

“Dari Nasdem semua berpeluang. Kemungkinan besar Hayono Isman, kemudian Vinsensius Awey dan Maruli Hutagalung,” ungkap Surokhim. “Kalau dari PKS tetap petahana Sigit Sosiantomo.”

Di sisi lain, Demokrat dengan jagoannya Lucy Kurniasari, PPP dengan Muhammad Habibur Rochman (Gus Habib) dan PAN dengan Sungkono dan Dhimam Abror-nya, siap-siap gigit jari tak mendapat jatah kursi. “Walaupun partainya lolos ambang batas parlemen 4 persen, bisa saja tidak mendapat kursi dari dapil,” jelas Surokhim.

Pemilih Rasional

Terpisah, Direktur Eksekutif Surabaya Consulting Group (SCG) Didik Prasetiyono mengatakan, para caleg dari kalangan artis gagal lantaran tidak punya basis massa tradisional. Selain itu, perilaku pemilih di Dapil Jatim 1 cenderung rasional.

Untuk diketahui, di Jatim sendiri terdapat sebanyak 21 artis yang nyaleg. Rinciannya adalah 11 artis dari Partai Nasdem, lalu empat artis dari PAN, tiga artis asal PDI Perjuangan, dua artis dari PKB dan satu artis dari Partai Gerindra. “Pemilih di Jatim, khususnya Dapil Jatim 1, sudah kritis. Mereka rasional,” papar mantan komisioner KPU Jatim ini. “Mereka sudah bisa mengukur kapasitas dari caleg artis.”

Real Count Masih Dinamis

Sementara itu, terkait proses penghitungan suara real count, KPU Jatim masih belum dapat merilis perolehan suara sementara. Pasalnya, KPU Jatim menunggu proses rekapitulasi suara di tingkat kabupaten/kota paripurna terlebih dahulu. Oleh sebab itu, data perolehan suara yang masuk masih dinamis dan belum bisa diketahui seberapa besar jumlah partisipasi pemilih di Jatim.

Menanggapi besarnya keinginan publik untuk segera mengetahui siapa-siapa saja yang bakal mewakili mereka di DPR RI, termasuk di wilayah mana saja paslon capres-cawapres Jokowi - Ma’ruf maupun Prabowo - Sandi mendulang kemenangan, Komisioner KPU Jatim bidang Teknis Penyelenggaraan Insan Qariawan menghimbau untuk bersabar.

Sejatinya, sambung mantan komisioner KPU Pasuruan itu, publik bisa mengakses website Pemilu2019.kpu.go.id. Menurutnya, publikasi di website tersebut cukup mewakili proses real count KPU. Disinggung ada beberapa daerah yang tak tersedia datanya, Insan menjawab, hal itu karena proses penghitungan suara belum selesai.

“Khusus untuk siapa saja caleg yang lolos, nanti di Pemilu2019.kpu.go.id itu ada kolom penetapan hasil pemilu-nya. Sekarang belum ada karena masih rekapitulasi perolehan suara partai,” tutur Insan Qariawan. n