Foto: Armuji, Nurwiyanto dan Asrilia Kurniati.

Rangga Putra,

Wartawan Surabaya Pagi

Perebutan kursi di DPRD Jawa Timur pada Pemilu 2019 ini tak kalah sengit. Apalagi, jumlah kursi untuk para wakil rakyat pada periode 2019 – 2024 ini bertambah menjadi 120 kursi dari 14 daerah pemilihan (dapil). Sebelumnya, hanya 100 kursi dari 11 dapil di Jatim.

-----

Data Situng KPU di Pemilu2019.kpu.go.id untuk Pileg DPRD Jatim hingga pukul 19.00 WIB, Selasa 923/4/2019), menunjukkan PDI Perjuangan (PDIP) untuk sementara masih terkuat dengan mendulang 25,01%. Disusul PKB (15,55%), Gerindra (11,74%), Golkar (8,27%), Demokrat (7,55%), Nasdem (6,26%), PAN (5,84%), PKS (5,44%), Hanura (3,37) dan PPP (3,32%). Sementara enam partai sisanya diprediksi sulit menembus ambang batas parlemen 4%.

Jika hasil itu bisa dipertahankan, posisi PKB yang juara di Pemilu 2014 akan digantikan PDIP. “Dinamika perolehan kursi partai-partai untuk DPRD provinsi kian menarik. PDIP dan PKB bersaing dan saling mengalahkan. Prediksi saya PDIP kali ini bisa menyalip perolehan kursi PKB di DPRD Jatim,” cetus Surokhim, peneliti senior Surabaya Survey Center (SSC), Selasa (23/4/2019) kemarin.

PDIP sendiri diprediksi menang di delapan dapil di Provinsi Jatim. Delapan dapil itu antara lain Dapil Jatim 1 (Surabaya), Dapil Jatim 4 (Banyuwangi, Situbondo), Dapil Jatim 5 (Lumajang, Jember), Dapil Jatim 6 (Malang Raya), Dapil Jatim 7 (Blitar), Dapil Jatim 8 (Kediri), Dapil Jatim 9 (Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Trenggalek), Dapil Jatim 11 (Nganjuk, Madiun).

Di sisi lain, PKB hanya mampu mempertahankan lima dapil yang antara lain Dapil Jatim 2 (Sidoarjo), Dapil Jatim 3 (Pasuruan, Probolinggo), Dapil Jatim 10 (Mojokerto, Jombang), Dapil Jatim 12 (Tuban, Bojonegoro), Dapil Jatim 13 (Lamongan, Gresik). Sementara Partai Gerindra hanya menang di satu dapil yaitu di Dapil Jatim 14 (Madura).

Dari delapan dapil itu, PDIP diprediksi bakal mengamankan seperempat (25%) atau 34 kursi dari jumlah total 120 kursi DPRD Jatim. Secara berturut-turut, membuntuti PDIP adalah PKB (26), Gerindra (19), Golkar (12), Demokrat (11), PPP (5), Nasdem (5), PKS (4) dan PAN (4).

Dapil Surabaya

Khusus di Dapil 1 Surabaya, PDIP diprediksi bakal mendulang tiga kursi. Dua dari ketiga kursi tersebut bakal diduduki oleh Armuji dan Agatha Retnosari. Satu kursi terakhir bakal diperebutkan antara Yordan M Batara-Goa dan Agustin Poliana. "Yang menarik ini saudari Agatha. Saat survei sebelum coblosan, beliau berada di posisi keempat. Rupanya, dia mampu menembus dua besar," ucap Surokhim.

Sementara itu, PKB diperkirakan memperoleh dua kursi yang masing-masing bakal diisi Hani Fidyanto dan Samsul Arifin. Kemudian Blegur Prijanggono masih kuat untuk mengamankan satu kursi untuk Golkar. Sedang Nurwiyatno, mantan pejabat Pemprov Jatim ini, mengamankan satu kursi untuk Demokrat.

Lalu, Hadi Dediansyah satu kursi untuk Gerindra. Asrilia Kurniati yang notabene istri dari caleg DPR RI Gerindra Bambang Haryo, rupanya tak mampu memaksimalkan pengaruh suaminya. Satu kursi sisa lainnya akan diperebutkan antara Nasdem, PKS dan PPP. Sedang PAN diprediksi gigit jari. "Nasdem dan PKS di dapil 1 ini suara partainya kuat daripada suara perorangan. Kans PPP cukup berat tapi tetap terbuka," papar dia.

Terpisah, Surabaya Consulting Group (SCG) juga menggelar simulasi perolehan suara. Dari 91% data dari TPS kelurahan dan kecamatan yang masuk, PDIP juga diprediksi mampu menguasi hingga tiga kursi DPRD Jatim dari Dapil 1 Surabaya.

PSI Berpeluang

Dengan simulasi penghitungan Sainte League, maka diperoleh komposisi perolehan dua kursi untuk PDIP, satu kursi untuk masing-masing PKB, Gerindra, PKS, Demokrat dan Golkar. Satu kursi sisa akan diperebutkan antara PSI dan PDIP. "Kursi ke-8 akan sangat ditentukan oleh selesainya rekapitulasi final 100% dimana potensi diperebutkan antara PSI dan PDIP," papar Direktur Eksekutif SCG Didik Prasetiyono kepada Surabaya Pagi, Selasa (23/4/2019)

Sama dengan SSC, SCG juga menyebut dua kursi pertama PDIP adalah milik Armuji dan Agatha Retnosari. Masing-masing satu kursi untuk PKB dari Samsul Arifin, Hadi Dediyansah dari Gerindra, Nurwiyatno dari Demokrat, Arif Hari Setiawan dari PKS dan Blegur Prijanggono dari Golkar.

"Untuk kursi ke-8, tiga nama yaitu Sally Azaria (PSI), Agustin Poliana (PDIP), Yordan M Batara-Goa (PDIP) akan berebut hingga rekapitulasi suara selesai final 100%," ungkap Didik.

Jokowi Effect

Mantan komisioner KPU Jatim itu menambahkan, PDIP menang telak di Dapil Jatim 1 dengan 32,78%. Di sisi lain, PAN juga Hanura dipastikan kehilangan kursi di Dapil Jatim 1. Padahal, pada Pemilu 2014, dua partai tersebut memperoleh masing-masing satu kursi.

"PSI sebagai partai baru mengejutkan dengan perolehan cukup signifikan di 6,61%," cetus Didik. "Jokowi menang telak di Kota Surabaya 70,5% yang juga tercermin pada suara partai pendukung yang mendulang lima dari delapan kursi DPRD Provinsi yang diperebutkan," tutur Didik.

Respon Parpol

Sekretaris DPD PDI Perjuangan Jatim Sri Untari menyebut sejatinya target partainya memperoleh 28 kursi di DPRD Jatim. Dari jumlah itu, dua dari 8 kursi menjadi target yang wajib diperoleh dari Dapil 1 Jatim (Surabaya). Namun, merupakan hal yang luar biasa jika partai bisa mendulang lebih dari target. "Karena sekarang dapil Jatim 1 dipisah jadi hanya Surabaya saja, maka legislator yang terpilih nantinya bisa fokus untuk mengurus satu kota saja," cetus Sri Untari kepada Surabaya Pagi, Selasa (23/4/2019).

Terpisah, Sekretaris DPD Partai Gerindra Jatim Anwar Sadad enggan menanggapi. "Sek yo, Mas. Saya banyak pekerjaan. Gak konsen. Aku gak komentar sek ae," begitu tanggapan Ketua Harian Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo - Sandi Jatim ini.

Tunggu Rekapitulasi

Terpisah, KPU Jatim kembali mengimbau kepada masyarakat untuk tidak dengan mudah mempercayai beredarnya data perolehan suara sementara. Soalnya, proses penghitungan suara masih berlangsung. Menurut Komisioner KPU Jatim bidang Penyelenggaraan Teknis Insan Qariawan, hingga jadwal penghitungan suara di tingkat provinsi usai antara tanggal 11 - 12 Mei, KPU Jatim belum merilis satu data perolehan suara sementara dalam bentuk apa pun.

“Soal valid tidaknya (data yang beredar), saya tidak tahu,” cetus Insan saat dikonfirmasi, Selasa (23/4/2019). “Itu sumbernya bukan dari KPU (Jatim),” lanjutnya.

Mantan komisioner KPU Pasuruan itu menambahkan, saat ini di seluruh wilayah Jatim, proses rekapitulasi bahkan belum sampai ke tingkat kabupaten. “Rekap di kecamatan saja masih berlangsung,” paparnya.

Oleh sebab itu, bagi masyarakat yang haus informasi perolehan suara di berbagai tingkatan, Insan menghimbau untuk mengakses Pemilu2019.kpu.go.id. Di sana, sambungnya, memang hanya tercatat perolehan suara sementara saja tanpa detail siapa-siapa saja calon legislator yang lolos. Hal itu hanya bisa diketahui setelah ada penetapan hasil pemilu. n