•   Selasa, 17 September 2019
Slc

Surabaya Fashion Parade, Tampilkan Busana Bertema Fusione

( words)
Sejumlah model memamerkan busana dari sejumlah desainer yang tampil pada Surabaya Fashion Parade (SFP) 2019 bertema Fusion di Tunjungan Plaza, Rabu (24/4).


Surabaya Fashion Parade (SFP), digelar mewadahi pecinta fasion lokal

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Para fashion di Surabaya, telah menantikan Surabaya Fashion Parade (SFP), kini kembali digelar, dan mewadahi pecinta fasion lokal, desainer serta para model selama empat hari hingga Minggu (28/4/2019) di Convention Hall lantai 6 Tunjungan Plaza Surabaya 3.

Fasion show yang di gelar Tunjungan Plaza Surabaya dan Indonesia Fashion Chamber (IFC) kali ini mengusung tema Fusione yang berasal dari Bahasa Italia, memiliki arti perpaduan dan berbauran.

Yunita Kosasih, ketua panitia SFP 2019 menjelaskan, melalui acara ini, kami berusaha untuk melestarikan budaya agar tidak semakin meredup pada masa yang akan datang. Kali ini kami mengajak banyak pihak untuk berkolaborasi. Mulai dari UMKM, Persebaya, para designer, dan lain sebagainya.

Fashion show SFP kali ini, tutur Alphiana Candrajani, chairman IFC chapter Surabaya, akan dibagi menjadi beberapa tema per harinya. Yaitu moslem and modest wear, etnic, urban, cocktail, evening gown, dan sponsor day pada hari terakhir.

"Selain itu juga ada satu tema baru yang akan mengakomodasi kebutuhan fashion pria, mens fashion, yang akan diikuti oleh berbagai desainer busana pria dari seluruh Indonesia," lanjutnya.

Enam tema yang di tampilkan antara lain Epson Presents Project Batik Surabaya with IFC Surabaya, Persebaya, Disperindag Kota Surabaya Presents Alphiana Chandrajani, Obib Nahrawi, Sarung Mangga Presents Gita Orlyn, Sarung Mangga Presents Giyomi, Maia Artamin, Andy Sugix X Hefi Rasyid, dan Etu by Restu Anggraini.

Masing-masing menyuguhkan tema dan konsep busana yang beraneka ragam. Kali ini Obib Nahrawi menghadirkan pattern blocking dengan motif multi budaya yang dipadu dalam basic shape places yag menghasilkan gaya baju kontempoer.

"Biasanya kan sarung dikenakan untuk beribadah, sekarang saya sulap menjadi busana yang elegan dan glamour sehingga bisa dikenakan untuk menghadiri acara formal atau pesta," tutur Gita.

Gita menyuguhkan desain yang terinspirasi dari daun calathea yang dia aplikasikan melalui embriodary di atas kain sarung. Selain itu juga dipercantik dengan mutiara, payet, dan swarovski.

"Saya mengeluarkan 12 look dengan cutting-an siluet full klok, A-line, outer, cape, dan abaya loose. Warna-warna yang saya hadirkan adalah warna-warna alam," tutupnya.

Berita Populer