•   Senin, 22 Juli 2019
Bisnis Makro

Ajak BRI Kembangkan Bank Syariah

( words)
Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa mengajak Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk ikut mengembangkan perbankan syariah di Jatim. Foto: SP/IST


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kondisi Bank Syariah yang dinilai gubernur Jatim masih seperti bank konvensional membuatnya turun tangan. Ia pun mengajak Bank Rakyat Indonesia (BRI) untuk ikut mengembangkan Bank Syariah. "Kondisi Bank Syariah saat ini masih belum mampu berkembang layaknya bank konvensional," ujar gubernur Khofifah Indar Parawansa, saat menerima Direksi BRI Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (8/5).
Karena itu, lanjut Khofifah agar bank syariah bisa berkembang, maka harus ada kerja sama dengan berbagai bank, salah satunya dengan BRI.
Gubernur Khofifah menjelaskan, secara umum, bank syariah di Indonesia masih mencari bentuk yang pasti. Dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, maka tidak salah apabila bank syariah harus berkembang di Indonesia.
“Banyak hal yang memengaruhi bank syariah tidak bisa berkembang di antaranya manajemen yang belum tertata dengan rapi. Oleh sebab itu, perlu adanya penataan yang lebih bagus,” ujarnya.
Agar bank syariah bisa berkembang, maka cara yang perlu dilakukan adalah dengan mengundang ahli perbankan kelas dunia, khususnya soal syariah. Mereka diharapkan bisa membantu menghitung probabilitas antara unit usaha syariah, bank syariahnya dan juga sumber daya manusianya. Kedepan bank syariah bisa menyasar unit-unit di desa dan UKM nya.
“Dengan jaringan yang luas, maka BRI bisa ikut mengembangkan bank syariah di desa dan UKM di dalamnya. Sehingga akan membantu meningkatkan perekonomian,” tambahnya.
Sementara itu Pimpinan Wilayah BRI Jatim, Busrul Iman menjelaskan, silaturahmi dengan Gubernur Jatim tersebut untuk meningkatkan kerja sama antara Pemprov Jatim dengan BRI. Ia memandang Jatim memiliki market yang bagus. Apabila dilakukan sinergi yang bagus, maka akan mendatangkan nilai (value) yang besar. Dengan harapan bisa meningkatkan perekonomian masyarakat Jatim.
“Sebagai contoh KUR (kredit usaha rakyat, red) di Jatim yang sangat besar mencapai Rp 12 triliun. Angka tersebut bisa bertambah apabila adanya sinergi dengan Pemprov Jatim,” ujarnya.

Berita Populer