•   Senin, 22 Juli 2019
Pendidikan

Pekerja di Jatim Masih Didominasi Lulusan SD

( words)
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono.


SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur hingga Februari 2019 didominasi lulusan Sekolah Dasar (SD) dengan jumlah 9,60 juta orang. Jumlah ini setara dengan 46,22% dari total pekerja di Jatim. Disusul lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebanyak 3,74 juta orang atau 18,03%. Kemudian lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 3,00 juta orang atau 14,44%.
Pekerja yang lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebanyak 2,39 juta orang atau 11,50%. Penduduk bekerja berpendidikan tinggi (Diploma ke Atas) ada sebanyak 2,04 juta orang atau 9,82%.
Sebanyak 0,35 juta orang berpendidikan Diploma dan 1,69 juta berpendidikan Sarjana atau S-1. “Di Jatim, dalam setahun terakhir, pekerja lulusan SMP naik 0,69%, SMK naik 0,50% dan Diploma naik 0,06%,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, Kamis (9/5).
Dari pekerja di Jatim, terbanyak adalah sebagai buruh, pegawai sebanyak 34,56%. Diikuti berusaha dibantu buruh tidak tetap 19,30%, dan berusaha sendiri 16,30%. Sementara penduduk yang bekerja dengan status berusaha dibantu buruh tetap memiliki persentase yang paling kecil yaitu sebesar 3,84%.
Menurut jam kerja, persentase tertinggi adalah pekerja dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu atau dikenal dengan pekerja penuh waktu. Yaitu sebesar 67,43%. Sebaliknya, penduduk yang bekerja dengan jam kerja 1-7 jam per minggu memiliki persentase yang paling kecil, yaitu sebesar 2,97%.
Sementara itu, pekerja tidak penuh terbagi menjadi dua, yaitu pekerja paruh waktu dan pekerja setengah penganggur. Persentase pekerja tidak penuh sebesar 32,57%. Ini terdiri dari 25,66% pekerja paruh waktu dan 6,92% pekerja setengah penganggur.
“Dalam setahun terakhir, terjadi penurunan persentase pekerja setengah penganggur sebesar 0,32%. Begitu pun persentase pekerja paruh waktu juga turun 0,65%,” pungkas Teguh.n sb

Berita Populer