•   Senin, 14 Oktober 2019
SGML

Pengelolaan Zakat, Fadeli Dorong Baznas Jemput Bola

( words)
Bupati Fadeli saat menerima Direktur Pusat Kajian Strategis Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Irfan Syauqi Beik tahun lalu di Lamongan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Bupati Lamongan terus mendorong kepada pengelola zakat dalam hal ini Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lamongan, untuk terus memaksimalkan pengelolaan zakat dari masyarakat, salah satunya dengan jemput bola.
Hal itu disampaikan oleh Fadeli saat Coffee Morning, bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengundang sejumlah ulama di Lamongan, di Ruang Sasana Nayaka, Senin (13/5/2019).
Hadir dalam Coffee Morning ini Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lamongan KH Abdul Aziz Choiri dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) KH Abdussalam.
Disebutkan oleh Fadeli, optimalisasi zakat melalui Baznas ini berawal dari dari fakta bahwa 99,6 persen penduduk Lamongan adalah muslim. “Jadi seharusnya cukup mudah untuk melaksanakan program ini. Namun memang tidak semudah itu para muzakki percaya akan pengelolaan zakat oleh Baznas,” ujar Fadeli yang juga pelindung Baznas Lamongan tersebut.
Oleh karena itu Fadeli mengarahkan agar pengelolaan program Baznas transparan dan dapat dikontrol penggunaannya serta jelas penyalurannya.
Dia berharap BAZ Lamongan agar melakukan jemput bola kepada para muzakki dengan memberikan penjelasan terkait zakat, bagaimana cara menghitungnya, dan akan disalurkan untuk apa.” Ini agar menumbuhkan kepercayaan mereka terhadap Baznas,” saran dia.
Selain itu, dia juga meminta bantuan kepada MUI dan para kyai untuk membuat panduan khutbah terkait zakat dan diedarkan ke masjid-masjid.
Sementara KH Abdul Aziz Choiri menjelaskan dalam Al-Quran ada perintah untuk mengambil dan mengorganisir pengelolaan zakat. “Kita perlu menumbuhkan kesadaran setiap muslim untuk mau mengeluarkan zakat. Karena berzakat itu akan membersihkan dan mensucikan harta dan jiwa kita,” kata dia.
Di sisi lain, Ketua MUI menyarankan agar Baznas memiliki basis data calon muzakki untuk masyarakat umum. Karena menurutnya, berbeda dengan ASN yang bisa di data melalui kerjasama dengan pemerintah daerah.
KH Abdul Azis Choiri mengingatkan bahwa harta yang bersih akan barokah. “Jika ada orang yang sakit, sudah berobat ke dokter namun belum sembuh juga, bisa jadi hartanya belum bersih dari hak-hak orang lain berupa zakat,” katanya mengingatkan. jir

Berita Populer