•   Senin, 14 Oktober 2019
Peristiwa Nusantara

Sejumlah Proyek APBN di Sumenep Mangkrak

( words)
Bambang Prayogi, Anggota Komisi II DPRD Sumenep. (Dok. Humas DPRD Sumenep).


SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Sejumlah proyek yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur mangkrak. Hingga tahun 2019 banyak yang belum difungsikan.
Salah satunya kluster (gudang rumput laut) di Desa/Kecamatan Batuan, Silo Beras di Kecamatan Ganding, Silo Jagung di Kecamatan Bluto dan sejumlah bangunan lainnya. Tiga proyek tersebut dibangun pada 2009 lalu, bahkan, Silo Beras di Kecamatan Ganding saat ini kondisi gedung mulai rusak akibat tidak terawat.
Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPRD Sumenep Bambang Prayogi mengkau sangat menyesal. Sebab, proyek tersebut telah lama dibangun, namun hingga saat ini belum dimanfaatkan. "Ini kesannya hanya buang-buang anggaran saja," katanya, Senin (13/5/2019).
Politisi PDIP itu mengaku belum tahu secara pasti mengapa banyak proyek yang dibiayai melalui APBN mangkrak, sehingga tidak bisa memberikan manfaat kepada masyarakat.
"Kami tidak tahu alasan pasti mengapa gedung itu hingga saat ini dibiarkan mangkrak, atau memang sengaja, yang terpenting proyek tersebut sudah jalan dan dilaksanakan dengan wujud bangunan meski tidak ada pemanfaatan," ujarnya.
Sebenarnya kata dia, pemanfaatan gedung tersebut sangat dibutuhkan, mengingat potensi rumput laut dan jagung di Sumenep sangat besar dibandingkan daerah lain.
Untuk itu, pihaknya mendesak pihak terkait untuk memikirkan pemanfaatan gedung dimaksud. "Bangunan itu sudah dibangun beberapa tahun lalu, apabila tidak dimanfaatkan maka bisa jadi akan rusak parah dan tidak bisa digunakansama sekali.
"Lama tidak dimanfaatkan bisa rusak bangunannya. Kan eman-eman, mendingan dimanfaatkan saja," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Arief Rusydi menjelaskan, dirinya tetap berupaya untuk memanfaatkan kluster di Batuan itu. Bahkan telah lama dirinya melakukan kordinasi dengan sejumlah investor, namun hingga saat ini belum ada yang memastikan.
"Sebenarnya signal untuk dikelola investor ada, namun saat kroscek ke lokasi malah mundur karena banyak fasilitas yang rusak," katanya. (haz)

Berita Populer