•   Rabu, 17 Juli 2019
JawaTimur

Tol Pandaan-Malang, Gratis Hingga Lebaran

( words)
Presiden Joko Widodo usai meresmikan jalan tol Pandaan-Malang, Senin (13/5/2019).


Solichan Arief-Hermi
Wartawan Surabaya Pagi
Dengan diresmikannya jalur tol Pandaan-Malang oleh Presiden Joko Widodo, Senin (13/5/2019). Dipastikan akan mengubah sektor ekonomi baik di sekitar Malang dan jalur utama Surabaya-Malang. Guberur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pun memperkirakan 45 ribu dari total 65 ribu kendaraan akan terurai melalui tol Pandaan-Malang. Jumlah tersebut diharapankan akan mempercepat mobilitas orang, barang, jasa hingga sektor pariwisata yang bisa semakin menggeliat.
Presiden Joko Widodo menyebutkan keberadaan jalan tol Pandaan-Malang bakal menggenjot sektor pariwisata dan pendidikan di kawasan Malang Raya. Menurutnya, ongkos logistik masyarakat dari arah Surabaya-Malang atau sebaliknya akan semakin murah.
Lebih Cepat
Dari segi jarak tempuh, jalan tol itu diperkirakan membuat jarak Surabaya-Malang yang sebelumnya 3 jam menjadi hanya 1 jam. "Saya kira akan sangat membantu sekali untuk perkembangan pariwisata dan pendidikan di Malang Raya," katanya saat meresmikan Jalan Tol Pandaan-Malang Ruas 1, 2, dan 3 di Malang, Senin (13/5/2019).
Sementara, Gubernur Jatim Khofifah menyebut, dengan pengoperasian jalan tol Pandaan-Malang, akan mampu mengurai kemacetan kendaraan pada jalur Surabaya-Malang. Apalagi, berdasarkan data hampir 65 ribu kendaraan dalam keadaan normal two way traffic dari Surabaya-Malang. Sedangkan, pada Sabtu-Minggu ataupun lebaran, jumlahnya diperkirakan meningkat. Titik kemacetan yang harus dilewati terdapat di Pandaan, Lawang, dan Purwosari.
Tingkatkan Ekonomi Pariwisata
Karena itu, Gubernur Khofifah berharap, akan ada percepatan untuk pembangunan tol Pandaan-Malang Seksi IV dan V sejauh 7,48 Km. Jika ini sudah selesai, dirinya optimis jumlah wisatawan ke Batu dan Malang bisa semakin meningkat.
“Kami sangat sering koordinasi dengan Pemkab/Pemkot Malang, serta Pemkot Batu. Kami berharap area segitiga Malang raya ini akan menjadi sentra pertumbuhan ekonomi yang luar biasa,” pungkasnya.
Dari catatan Surabaya Pagi, dengan beroperasinya tol Pandaan-Malang mempercepat waktu tempuh dan biaya mobilisasi orang serta barang antara Surabaya dan Malang. Jalan tol juga diharapkan semakin menunjang sektor pariwisata seperti kawasan wisata dan taman safari Prigen, kebun teh Wonosari, Candi Singosari, dan kawasan wisata Batu. Tol Pandaan-Malang juga akan meningkatkan akses bagi Kawasan Ekonomi Khusus Singosari dan Bandara Sultan Abdul Rachman Saleh.
Masih Gratis
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, untuk sementara ruas Tol Pandaan-Malang digratiskan demi membantu kelancaran arus mudik Lebaran 2019. Menurutnya, tarif belum diberlakukan sekaligus masa sosialisasi kepada masyarakat.
"Ruas tol ini sudah sangat ditunggu masyarakat, karena itu kita percepat pemanfaatannya, termasuk untuk mendukung kelancaran arus mudik 2019," ujar Basuki seperti yang dikutip dari laman Setkab, Jakarta, Senin (13/5/2019).
Jalan Tol Pandaan-Malang memiliki total panjang 38,488 km. Saat ini pembangunan Seksi 4 sepanjang 4,8 km telah mencapai progres 87%, sementara untuk Seksi 5 sepanjang 3,1 km sempat tertunda karena ditemukannya situs budaya sehingga dilakukan pergeseran trase sejauh 17 meter dari trase awal. "Mudah-mudahan keseluruhan ruas tol Pandaan-Malang bisa selesai lebih cepat. Mulai besok (hari ini, red) kita akan operasikan Seksi 1 sampai 3. Apabila seksi 4-5 selesai bisa langsung dioperasikan saja (tidak perlu diresmikan lagi)," kata Basuki.
Mudahkan Jalur Mudik
Dirjen Bina Marga Sugiyartanto mengatakan untuk seksi 4 tol Pandaan-Malang sepanjang 4,8 km menuju Kota Malang dapat dibuka fungsional pada saat mudik. "Progresnya sudah 87% namun bisa kita fungsikan untuk membantu kelancaran mudik. Hanya saja gerbang keluarnya di Pakis tidak terlalu besar sehingga akan diatur sebagian bisa keluar di Pakis sebagian keluar di Singosari," jelas Sugiyartanto.
Pada exit Singosari juga tengah dikerjakan pembangunan Underpass Karanglo yang berfungsi memecah arus lalu lintas dari Malang ke Surabaya atau sebaliknya, dengan kendaraan yang keluar Singosari menuju Batu sehingga tidak menimbulkan kemacetan.
Untuk mengantisipasi terjadinya genangan, Underpass Karanglo dilengkapi drainase yang mengalirkan air secara gravitasi ke Sungai Bodo yang lebih rendah elevasinya melalui dua pipa HDPE berukuran 60 cm. Ditambah tersedianya pompa submersible untuk mengalirkan air saat hujan hingga Sungai Bodo. Pembangunan Underpass Karanglo merupakan bagian dari pekerjaan pembangunan Tol Pandaan-Malang Seksi 3. n

Berita Populer