•   Selasa, 17 September 2019
Pendidikan

Profesi Peneliti Masih Kurang Diminati Milenial

( words)
Acara Sharing Knowledge HOPE Meeting dan LIPI-NRF Exchange, Senin (13/5), di Gedung Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta.


SURABAYA PAGI, Jakarta - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menyebut keberadaan peneliti memiliki peran penting untuk pengembagan dan inovasi di bidang sains dan teknologi. Namun, profesi tersebut masih asing di kalangan generasi muda.
Plt. Kepala Biro Kerja sama, Hukum dan Humas LIPI, Mila Kencana, menjelaskan saat ini profesi Peneliti memang kurang diminati dibanding yang lain, dan tidak terlalu populer di kalangan masyarakat.
“Misalnya, orang menjadi engineer, dokter, atau apa. Dibanding itu, minat peneliti tidak banyak,” ujarnya ketika ditemui wartawan, Senin (13/5), dalam acara Sharing Knowledge Hope Meeting dan LIPI-NRF, Di Gedung LIPI, Jakarta.
Padahal, kata Mila, Indonesia membutuhkan Peneliti muda yang berbakat, memiliki sudut pandang luas, disiplin dan kreatif untuk mengejar ketertinggalan dari negara lain di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK).
“Kita ini harusnya punya banyak peneliti dibanding negara lain, kenapa? Karena di Indonesia ini banyak hal yang harus diselesaikan, (butuh) solusi, salah satunya kan harus diteliti, harus dieksplor,” jelasnya.
Mila menilai, Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar dan adanya bonus demografi di Indonesia. Sehingga sangat mungkin mendapatkan Sumber Daya Manusia (SDM) Peneliti yang memumpuni untuk mengejar ketertinggalan dibidang IPTEK dari negara lain.
“jadi sebenrnya PR kita mengubah bagaimana mindset, khususnya generasi muda Indonesia, penerus bangsa itu suapaya mereka paham bahwa pentingnya teknologi,” kata Mila.n jk

Berita Populer