Chief of Sharia AXA Mandiri, Dr. Ir. Srikandi Utami MBA LUTCF AIIS bicara depan wartawan, Selasa (14/5/2019).

SURABAYAPAGI.com, Surabaya- PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) telah resmi meluncurkan fitur wakaf yang memungkinkan nasabah untuk berwakaf melalui produk asuransi jiwa syariah yang bermanfaat bagi nasabah. Fitur tersebut merupakan komitmen perusahaan yang senantiasa berupaya dalam berinovasi mengembangkan produk dan layanan, khususnya dalam unit Syariah. AXA Mandiri melakukan rangkaian kegiatan sosialisasi kepada nasabahnya untuk merangkul potensi pengembangan wakaf di Jawa Timur.

"Saat ini tingkat literasi dan prefensi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah menjadi salah satu isu strategis dalam Roadmap IKNB Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari fakta tersebut, AXA Mandiri unit syariah berkomitmen untuk berperan aktif mendukung pengembangan pasar asuransi jiwa syariah di Indonesia, salah satunya di wilayah Surabaya dan Jawa Timur dengan menghadirkan produk yang inovatif dan amanah,” ungkap Presiden Direktur AXA Mandiri, Handojo G. Kusuma di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (14/05/2019).

Solusi Perlindungan dengan alokasi dana untuk WAKAF merupakan fitur yang sesuai dengan Fatwa Dewan Syariah Nasional MUI No.106/DSN-MUI/X/2016 tentang Wakaf Manfaat Asuransi dan Manfaat Investasi pada Asuransi Jiwa Syariah, yang mengatur ketentuan wakaf pada Asuransi Jiwa Syariah bagi masyarakat. Menurut Badan Wakaf Indonesia dalam Indonesia Wakaf Summit 2019 mencatat potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun dengan luas tanah wakaf mencapai 420 ribu hektar. Terkait potensi wakaf berupa uang tunai, mencapai kisaran Rp 188 triliun per tahun.

Handojo menyampaikan bahwa, kehadiran fitur Wakaf selain merupakan wujud nyata komitmen AXA Mandiri Unit Syariah dalam membantu nasabah yang ingin menjalankan ibadah amal jariyah, namun juga sejalan dengan tujuan perusahaan yaitu “Empower all Indonesians to Live Better Lives". Menurut hasil survei Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah yang dilakukan oleh OJK pada 2016 menunjukkan, Indeks Literasi Keuangan Syariah di Jawa Timur tercatat sebesar 29,35 persen atau tertinggi di seluruh Indonesia, mengalahkan Provinsi Aceh yang hanya sebesar 21,09 persen.

“Pemahaman keuangan syariah masyarakat di Jawa Timur menunjukkan potensi yang sangat besar untuk terus dikembangkan. Oleh karena itu AXA Mandiri siap hadir salah satunya melalui fitur wakaf dalam berasuransi untuk memenuhi kebutuhan proteksi, serta kemudahan beribadah bagi masyarakat Jawa Timur. Ditambah lagi dari kondisi demografis Jawa Timur yang mayoritas muslim,” tutur Handojo.

Pada kesempatan yang sama, Chief of Sharia AXA Mandiri, Dr. Ir. Srikandi Utami MBA LUTCF AIIS " menjelaskan Solusi Perlindungan dengan alokasi dana untuk WAKAF memiliki tiga kelebihan utama yakni memberikan manfaat asuransi yang menyeluruh, memaksimalkan perencanaan keuangan yang tepat untuk memastikan manfaat perlindungan bagi keluarga atau ahli waris di masa depan".

“Dana Wakaf AXA Mandiri unit Syariah akan dikelola secara amanah dan profesional dengan diawasi oleh Badan Wakaf Indonesia untuk memberikan kepercayaan lebih dan memastikan dana yang diwakafkan bermanfaat secara optimal dan berkelanjutan. Melalui fitur Wakaf ini, nasabah memiliki pilihan dalam mempersiapkan keuangan untuk masa dengan produk Solusi Perlindungan nasabah berkesempatan untuk mendapat perlindungan asuransi dan sekaligus berwakaf sebesar maksimal 45% dari santunan asuransi serta 30% dari jumlah manfaat investasi nasabah yang dapat diwakafkan" jelasnya.

AXA Mandiri Unit Syariah memiliki rangkaian produk yang lengkap untuk nasabah lokal, diantaranya:
- Asuransi Mandiri Elite Plan Syariah
- Asuransi Mandiri Perlindungan Sejahtera Syariah

Produk asuransi syariah ini bisa dipasarkan tidak hanya kepada nasabah Bank Syariah Mandiri yang berjumlah sekitar 5,5 juta orang tapi juga masyarakat umum.

Didukung oleh 765 kantor cabang di seluruh Indonesia, Bank Syariah Mandiri siap menjadi mitra yang menghubungkan produk AXA Mandiri unit Syariah dengan nasabahnya. Selain berkomitmen untuk mengembangkan produk asuransi syariah, AXA Mandiri unit Syariah juga secara berkelanjutan melakukan literasi dan edukasi mengenai manfaat asuransi syariah kepada masyarakat.

Bentuk nyata perusahaan dijalankan secara rutin bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mengadakan kegiatan literasi dan edukasi kepada kaum muslim di Indonesia melalui program edukasi dan literasi keuangan “Satu Juta Umat Mandiri” yang telah mengedukasi para dai dan daiah di berbagai kota besar di Indonesia ini, dapat terus berlanjut dan berkontribusi terhadap peningkatan dan perluasan literasi keuangan yang dikelola secara syariah.

AXA Mandiri melanjutkan kerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai wujud komitmen mempercepat peningkatan dan perluasan literasi keuangan dikalangan umat Islam, melalui program “Satu Juta Umat Mandiri”. Selain itu, setiap tahunnya AXA Mandiri unit Syariah konsisten untuk menjalankan amanah para pemegang polis asuransi syariah dengan menyerahkan sebagian surplus underwriting kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

“Kami percaya dengan mengedukasi masyarakat mengenai prinsip dan pentingnya asuransi khususnya asuransi syariah mampu meningkatkan penetrasi asuransi syariah di Indonesia salah satunya di wilayah Jawa Timur. Dengan demikian harapan kami dengan semakin banyaknya masyarakat yang teredukasi maka akan lebih banyak masyarakat Indonesia yang terlindungi dan juga berkesempatan berbagi untuk menjadi berkah baik bagi diri sendiri maupun keluarga. Fitur Wakaf ini menjadi salah satu bentuk komitmen kami untuk memberdayakan masyarakat Indonesia agar menjalani kehidupan yang lebih baik melalui inovasi Solusi Perlindungan yang memenuhi setiap tahapan kehidupan masyarakat,” tutup Srikandi Utami. nui