•   Senin, 22 Juli 2019
Pilpres 2019

Sore ini, Akan ada Demo Ijtima III

( words)
Foto 1:Prabowo dan Sandiaga Uno, saat menghadiri symposium kecurangan Pemilu yang digelar BPN Prabowo-Sandi dengan tema “Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019”. Foto 2: Aksi massa Ijtima III, akan digelar juga di Surabaya, Rabu sore ini.


Rencananya akan Dihadiri 7.000 Peserta dan Bukber Bareng dengan Sandiaga Uno

Rangga Putra, Hermi, Hendarwanto
Tim Wartawan Surabaya Pagi
Sejumlah organisasi kemasyarakatan rencananya bakal menggelar aksi massa menolak kecurangan pemilu di DPRD Jatim dan Bawaslu Jatim, Rabu (15/5/2019) hari ini. Tak tanggung-tanggung, diklaim sebanyak 7.000 hingga 8.000 massa bakal hadir mengikuti aksi ini.
Di waktu yang sama, Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo-Sandi Jawa Timur, mengadakan silaturahmi dan doa bersama di Halaman BPP Prabowo Sandi Jawa Timur , Jl. Gayungsari Timur no 35 Surabaya. Acara itu, di hadiri Ulama, Kyai, Habib, Relwan dan partai koalisi Jawa Timur. Acara tersebut, bakal dihadir oleh cawapres Paslon 02 Sandiaga S. Uno.
Acara tersebut, dibenarkan oleh Tim Pemenangan Prabowo-Sandi sekaligus Wakil Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Hadi Dediansyah, ia mengatakan bahwa hari ini BPP mengadakan silaturahmi dan doa bersama. Sedangkan pengawalan aksi Ijtima’ Ulama III, merupakan relawan yang menyelengarakan itu.
"Agenda itu emang ada. BPP menyelenggarakan silaturahmi dan doa bersama. Tapi pengawalan aksi itu datangnya dari para relawan," ucap Hadi.
Kecurangan Pemilu
Terpisah, acara tersebut dibenarkan oleh Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Surabaya Mahdi Al Habsy mengungkapkan salah satu poin penting tuntutan aksi adalah meminta Bawaslu untuk segera menindaklanjuti laporan dugaan kecurangan pemilu.
Selain FPI, disebut pula Hidayatullah, FBR, Muhammadiyah, Haromain, Durriyah NU.Alumni Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS), Alumni Universitas Airlangga (Unair), dan kalangan akademisi. "Bukan people power, tapi inisiatif sendiri," ungkap Mahdi kepada media.
Sementara itu, pada hari yang sama juga akan digelar agenda silaturahmi dan doa bersama ulama, habaib, kyai, relawan dan partai koalisi Indonesia Adil Makmur Jatim di mabes BPP Prabowo - Sandi di Jalan Gayungan. Cawapres 02 Sandiaga Uno disebut-sebut bakal hadir dalam agenda ini.
Jangan Anarkis
Terpisah, tokoh agama Jatim Ali Badri menghimbau aksi ormas keagamaan dan beberapa organisasi kemasyarakatan lainnya supaya bisa berlangsung damai. Menurutnya, Provinsi Jatim merupakan barometer kedamaian di nusantara. Oleh sebab itu, jangan sampai gerakan massa nantinya terpancing oleh ulah provokator.
"Jangan sampai aksi massa besok (hari ini) ditunggangi oleh kelompok-kelompok yang menginginkan perpecahan," sebut Ali Badri. "Ini kelihatan sekali. Polisi jangan sampai kecolongan."
Minta Jalur Hukum
Menurut Ali Badri, capres 02 Prabowo Subianto sendiri tidak menghendaki adanya aksi massa yang anarkis. Prabowo, sebut Ali Badri, lebih mengedepankan jalur hukum untuk menyelesaikan perselisihan pemilu ini. "Jangan bakar-bakaran. Prabowo lebih menghendaki jalur hukum. Kalau hukum tumpul, itu lain perkara," tukas Ali Badri.
Walau begitu, Ali Badri masih belum memutuskan apakah dirinya bakal ikut aksi maupun menghadiri agenda silaturahmi ulama di markas BPP Prabowo - Sandi atau tidak. Menurutnya, dia akan melihat kondisi terakhir terlebih dahulu.
"Suara rakyat itu suara tuhan. Takutlah kepada Allah SWT. Penyelenggara negara harus jujur dan adil," Ali Badri menasehati.
Aksi Tak Berijin
Terpisah, Kombes Pol Frans Barung Mangera Kabid Humas Polda Jatim memastikan, seruan aksi yang akan dilakukan Rabu (15/5/2019) besok, adalah seruan aksi tak berizin. Ini dikarenakan sampai hari ini, Selasa (14/5/2019), tidak ada surat pemberitahuan aksi yang masuk ke kepolisian. Dengan begitu, jika aksi tetap digelar, lanjutnya, maka kepolisian berhak untuk membubarkan.
"Kalau pemberitahuan sampai saat ini tidak ada, maka ini berarti liar, jadi kita berhak untuk membubarkan," ujar Barung.
Meski begitu, pihaknya siap mengantisipasi aksi massa di Surabaya tersebut. "Berkaitan dengan tanggal 15 [Mei] itu yang sudah beredar di WhatsApp, maka kepolisian di wilayah Jatim, sudah siap menghadapi itu bersama dengan TNI dan seluruh masyarakat Jawa Timur," kata Barung.
Soal tujuan aksi demo, Barung menyebut masyarakat sebaiknya menggunakan jalur konstitusi dalam menyikapi dugaan kecurangan itu jika memang memiliki bukti. "Kalau memang ada kecurangan dan sebagainya, jalan konstitusi yang harus ditempuh, apa jalan ke situ-situ, yakni gugat aja di Mahkamah Konstitusi," ujarnya.
Barung pun menengarai aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan people power yang belakangan santer disampaikan oleh sejumlah tokoh politik. Jika benar, kata dia, hal itu bisa mengganggu situasi keamanan di Jawa Timur.
Ia juga menegaskan bahwa seruan aksi Rabu hari ini adalah aksi tidak bertanggung jawab. Ini terlihat dari seruan aksi hanya disebarkan di grub-grub percakapan seperti Whatsapp, Line dan Telegram, namun tidak ada pemberitahuan resmi dari laman tertentu. Serta tidak ada nama penanggung jawab aksi yang dapat dipertanggung jawabkan.
Untuk itu, Barung mengimbau kepada masyarakat untuk lebih menyaring kembali sebelum membagikan pesan-pesan tersebut. n

Berita Populer