Petugas Disdukcapil Lamongan saat tengah melakukan perekaman kepada pemohon E KTP baru. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN

SURABAYA PAGI, Lamongan - Meski tengah puasa, namun pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Lamongan masih tetap normal seperti biasa, bahkan pemohon admindukpun masih membludak seperti pada hari-hari biasanya.

Setiap hari pada bulan ramadhan ini, seperti disampaikan oleh Sugeng Widodo Kepala Disdukcapil Lamongan, Rabu (15/5/2019) menyebutkan, tidak kurang dari 100-150 setiap harinya pemohon Adminduk yang datang ke kantornya.

Pemohon adminduk tersebut beragam, mulai perekaman E KTP untuk pembuatan baru, pembuatan KTP karena rusak atau hilang, pembuatan Kartu Keluarga (KK), dan permohonan pembuatan Kartu Indentitas Anak (KIA).

Dari angka 100-150 pemohon itu kata Sugeng panggilan akrab Sugeng Widodo, yang paling dominan itu adalah pengurusan Kartu Keluarga (KK), karena harus tanda tangan elektronik ke Disdukcapil.

"Kenapa pengurusan yang Disdukcapil untuk pengajuan KK masih pada ke sini karena tanda tangannya masih harus disini (kantor Disdukcapil red), nanti dalam waktu dekat cukup di Kantor Kecamatan masing-masing," terang Sugeng.

Karena sampai saat ini lanjutnya, ada 18 Kecamatan yang sudah melayani adminduk meski untuk Tanda Tangan Elektroniknya (TTE) sebagian besarnya masih di Disdukcapil. "Pengurusan adminduk sekarang sudah cukup di Kantor Kecamatan, diantaranya untuk permohonan perekaman e KTP, permohonan KTP rusak atau hilang, dan permohonan Kartu Identitas Anak (KIA)."

Hanya saja katanya, untuk tanda tangan elektronik baru di Kecamatan Modo dan Sukorame, Kecamatan lainnya akan menyusul dalam waktu dekat. "Untuk permohonan KTP saat ini sudah cukup di Kantor Kecamatan ada 18 Kecamatan yang melayani, dan tahun ini kita targetkan sudah sampai ke 27 Kecamatan," jelasnya.

Tentu pelayanan adminduk di tingkat Kecamatan ini untuk memudahkan pemohon, agar tidak jauh-jauh datang ke Kantor Disdukcapil, dan membuka pelayanan di Kecamatan ini juga untuk memecah kosentrasi pemohon agar tidak sampai ke Disdukcapil.

Kalau sekarang masih cukup banyak katanya, ya karena TTE sementara masih terbatas di Kecamatan Modo dan Sukorame, lainya masih ke Disdukcapil.

"Kalau masih membludak seperti hari ini, tentu karena pelayanan yang di Kecamatan masih belum maksimal, dan apalagi TTE nya masih di Disdukcapil, tahun ini semua akan terfokus di masing-masing Kecamatan, dan perangkatnya sudah datang tinggal memasang," pungkasnya. jir