•   Senin, 14 Oktober 2019
SGML

Alim Markus Yakin 20 Tahun Lagi Indonesia Jadi Negara 4 Besar Dunia

( words)


SURABAYAPAGI.com Sidoarjo - Sebanyak 40 siswa Kelas 12 (SMA), Singapura national Academy (SNA), Sekolah Internasional berkawasan di Sidoarjo mengadakan acara Graduation Ceremony atau wisuda, Senin (27/5/2019) di Alim Husin Hall, SNA Main Campus. Tahun ini merupakan tahun ke lima bagi kelulusan tingkat SMA, Singapore National Academy.

Sebanyak 40 wisudawan beserta para orang tua murid hadir merayakan hari bersejarah ini. Sebuah kehormatan bagi SNA karena dihadiri pula oleh para tamu undangan VVIP, yaitu Mr Alim Markus selaku Pemilik Maspion Group dan Mr. Jonathan Reynolds – GM Shangri-La Hotel Surabaya. Selain juga dihadiri oleh Mr. Peter Araman selaku SNA Academic Advisor dan Mr. William Yiu, Board of Governer of SNA (pihak Yayasan SNA).

Khusus di tingkat SMA, penghargaan diberikan bagi siswa-i yang memiliki prestasi tertinggi baik di Ujian Nasional (UNAS) maupun Ujian International (Cambridge A Level Exam). Kedua penghargaan tersebut diberikan kepada Kevin Gunawan. Presdir PT Maspion Group Dr Alim Markus mengatakan, kelulusan siswa SNA merupakan pondasi untuk melangkah ke jenjang lebih tinggi.

"Mereka kebanyakan melanjutkan pendidikan tinggi ke luar negeri untuk menimba ilmu bisnis, seni, sains dan teknologi maupun lainnya," katanya.

Lebih lanjut Alim Markus mengatakan, siswa lulusan SNA sudah mahir berbahasa Indonesia, Inggris dan Mandarin sehingga mereka bisa melanjutkan kemana saja untuk meraih masa depan mereka.

"Harapan saya mereka nanti bisa masuk ke dunia bisnis, pemerintahan bahkan bisa jadi wakil rakyat, karena 20 tahun lagi dengan kemampuan SDM seperti lulusan SNA, Indonesia bisa menjadi negara nomor 4 terbesar di dunia, bahkan bisa mengalahkan Jepang, asal kita harus kerja keras dan sungguh-sungguh," kata Alim Markus.

Menurut Alim Markus, Singapore National Academy (SNA) adalah sekolah internasional mulai tingkat Playgroup (KB) sampai tingkat Kelas 12 (SMA) berkualitas tinggi yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar pengajaran serta Bahasa Mandarin dan Bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua dan ketiga.

"Mulai tingkat KB hingga TK menggunakan kurikulum pendekatan Montessori, di tingkat SD menggunakan kurikulum Singapore sedangkan di tingkat SMP dan SMA menggunakan kurikulum Cambridge, ditambah dengan beberapa mata pelajaran Nasional yang tetap dimasukkan ke dalam kurikulum masing-masing tingkat seperti: Agama, PPKN dan Bahasa Indonesia," jelasnya.

Pembelajaran di SNA tidak dibatasi oleh ruang kelas dan paling banyak siswa satu kelas 20 murid. Siswa didorong untuk mengenal teknologi sejak usia dini. Siswa terinspirasi untuk bertanya dan berpikir melalui pelajaran berbasis aktivitas dan praktek dunia nyata. "Selain tiu, siswa juga dilatih dan dilengkapi dengan keterampilan penting seperti kepemimpinan, kerjasama tim, komunikasi dan pengembangan diri," ujar Alim Markus. sg

Berita Populer