Bupati Lamongan H Fadeli saat membagikan paket sembako untuk dhuafa dari Baznas. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


Pada Ramadhan 1440 H ini, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lamongan selain memberikan uang tunai sebagaimana tahun sebelumnya, juga mulai memberikan tambahan berupa sembako kepada mustahiq.

Pembagian uang tunai beserta sembako tersebut dilakukan di halaman Guest House Pemkab Lamongan, Jumat (31/5). Bupati Fadeli selaku Pelindung Baznas terlihat turut hadir menyerahkan uang tunai dan sembako kepada para mustahiq.

Bupati Fadeli menuturkan, mulai tahun ini penyelenggaraannya sudah ditangani oleh Baznas sendiri. “Saya berharap nantinya pengelolaan zakat oleh Baznas meningkat. Baik dari sumber-sumber zakatnya, jumlah orang yang dibantu, jumlah zakat yang disalurkan, serta meningkatnya kepercayaan masyarakat atau para muzakki pada Baznas,” harap Fadeli.

Menurut Kabag Humas dan Protokol Agus Hendrawan, meski pengurus Baznas sudah dilantik sejak tahun lalu, namun baru sebatas melakukan pendampingan. Baru mulai tahun ini mengelola kegiatan pengumpulan zakat infaq dan sedekah secara penuh.

“Alhamdulillah, para muzakki mulai mempercayakan pengelolaan zakat, infaq dan sedekah melalui Baznas. Pak Bupati Fadeli juga secara intensif mengkampanyekan kepada sejumlah pihak untuk mempercayakan pengelolaan melalui Baznas,” ujarnya.

Ditambahkannya, sejak Februari hingga Mei 2019 ini, Baznas sudah mampu menghimpun zakat dari masyarakat sebesar sekitar Rp 700 juta.

Sehingga saat pembagian di halaman Guest House Pemkab Lamongan, Baznas juga membagikan sembako. Berbeda dengan pembagian di tahun-tahun sebelumnya yang hanya berupa uang tunai.

Sebanyak 1.150 paket pagi itu dibagikan. Dalam setiap paketnya berisi 3 kg beras, 2 liter minyak goreng, 5 buah mie instan, 2 kg gula dan uang sebesar Rp 150.000.

Sebelum di Guest House Pemkab Lamongan, Baznas juga telah menyalurkan zakat ke sejumlah muzakki. Diantaranya masing-masing Rp 5 juta kepada 32 panti asuhan, Rp 250 ribu untuk 200 anak yatim beserta perlengkapan tas dan buku.

Kemudian bingkisan kepada 200 guru PAUD senilai Rp 100 ribu, pasien kanker otak di Kecamatan Brondong Rp 5 juta, dua orang Ibnu Sabil masing-masing senilai Rp 700 ribu dan santunan berupa uang Rp 100 ribu bagi 50 fakir miskin dan yatim piatu.

“Insya Allah pengelolaan zakat, infaq dan sedekah di Baznas dilakukan dengan manajemen keuangan yang transparan dan akuntabel. Baznas juga menerima penyaluran sepanjang tahun,” tambahnya.

Pembagian ini relatif lancar karena Baznas masih menyediakan 200 amplop berisi uang tunai untuk masyarakat yang tidak kebagian kupon paket sembako.jir