•   Minggu, 21 Juli 2019
Peristiwa Nusantara

Dulu Butuh 10 Menit, Kini Hanya 1-2 Menit

( words)
Suasana Underpass Mayjen Sungkono Surabaya, Minggu (9/6/2019) siang dan sore hari. Dishub akan mulai melakukan survei efektivitas 10 Juni 2019. Banyak pengendara sudah mencoba proyek yang menghabiskan Rp 73 miliar tersebut. Foto: SP/Julian


Menelusuri Underpass Mayjend Sungkono yang Baru Dibuka 31 Mei 2019

Laporan: Raditya M. Khadaffi, Wartawan Surabaya Pagi
Tepat pada Hari Jadi kota Surabaya ke 726 Tahun, 31 Mei 2019 lalu, jalur underpass Mayjend Sungkono resmi dibuka operasionalnya untuk umum. Underpass Mayjend Sungkono ini dibuat untuk menekan kemacetan yang terjadi di bunderan satelit Mayjend Sungkono, baik dari arah Taman Makam Pahlawan (TMP) Mayjend Sungkono menuju HR Muhammad, ataupun menuju ke Raya Kupang Indah. Efektifkah underpass Mayjend Sungkono yang dibangun menelan Rp 73 Miliar untuk warga kota Surabaya? Berikut penelusuran wartawan Surabaya Pagi sejak 1 Juni 2019 sampai 9 Juni 2019 yang membandingkan baik melewati jalur underpass dan jalur normal overpass.
====
Sejak 31 Mei 2019 diresmikan oleh Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, akhirnya Surabaya memiliki jalur underpass dengan panjang 450 meter dan lebar jalur 16,8 meter. Lebar jalur itu, untuk dua arah dari Mayjend-HR Muhammad dan sebaliknya.
Sejak 1 Juni 2019 lalu, atau sebelum kota Surabaya ditinggal “mudik” warga kotanya, underpass sangat membantu memecah kemacetan di bunderan satelit. Terutama pada jam-jam padat sekitar pukul 17:00 WIB keatas.
Bila sebelum proyek underpass dimulai pembangunan, dari pantauan Surabaya Pagi melewati bunderan satelit sekitar pukul 16:30-17:30 WIB, dari titik traffic light depan TMP Mayjend-McDonald, menuju HR Muhammad atau Kupang Indah, membutuhkan waktu 180 detik atau 3 menit (dua kali pemberhentian, sekali pemberhentian 90 detik). Kemudian melewati bunderan, menemukan titik lampu merah kedua menuju HR Muhammad, yang waktunya 60 detik.
Bila dari TMP Mayjend-McDonald, hendak menuju Raya Kupang Indah, akan berhenti titik traffic light kedua, yang membutuhkan waktu 60 detik. Praktis, total membutuhkan waktu hampir dari 6 menit. Belum lagi bila memasuki akhir pekan, butuh waktu lebih dari 10 menit.
Hanya 2 Menit
Kini, dengan adanya underpass, bila dari TMP Mayjend-McDonald, menuju HR Muhammad, sudah tidak melewati traffic light. Bahkan daya tempuh waktunya pun lebih cepat, sekitar rata-rata 2 menit. Hal itu diungkapkan Sukarman, (60), seorang driver yang setiap hari melewati jalur tersebut. “Sebelum ada underpass, apalagi kalau sore. Macetnya sudah berhenti di pom bensin Mayjend – bekas hotel Satelit itu. Sekarang, kemarin nyoba underpass, cuma 1-2 menit. Sak nyukan, gak keroso,” kata pria yang ditemui Surabaya Pagi, pada 3 Juni 2019 lalu.
Namun, underpass Mayjend yang kini sudah 10 hari beroperasi, masih harus dibenahi oleh Pemkot Surabaya dan Dishub. Terutama terkait rambu-rambu marka dan penerangan jalan di sekitaran underpass. “Cuma satu yang belum, tanda penunjuk dan rambunya yang belum jelas. Kadang orang masih bingung. Papan markanya itu juga kurang membantu,” jelas Sukarman.
Kurang Papan Penunjuk
Senada dengan Sukarman, juga diakui oleh Nadia Safeera, (21), mahasiswi Universitas Kristen Petra yang memiliki rumah tinggal di Graha Family. Keberadaan underpass Mayjend Sungkono, sangat membantu memecah kemacetan yang sudah bertahan lebih dari 10 tahun di bunderan tol Satelit.
“Asyik sekarang sudah gak macet lagi, gara-gara ada underpass. Underpassnya juga lebih keren ketimbang di Jakarta. Biasanya aku kalau pulang kuliah sore, pas macet-macetnya bisa setengah jam stuck disitu (bunderan satelit, red). Sekarang, udah wuss..wuss… cuma semenit aja nyampe,” ujar Nadia.
Hanya saja, Nadia menjelaskan, tanda penunjuk antara ke underpass dan jalur biasa, masih belum terlihat mencolok. “Tapi papan penunjuknya masih belum jelas, mas. Sebelum lebaran kemarin, aku dan temen-temenku, malah hampir nubruk marka pembatas. Gara-garanya gak keliatan lampu. Untung bisa belokin ke arah underpass,” jelasnya.
Dishub Akui Kurangi Kemacetan
Sementara, Dinas Perhubungan kota Surabaya yang telah melakukan survey di jalur underpass, menyatakan mampu mengurangi antrean panjang kendaraan di bunderan tol Satelit.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajat, di Surabaya, Sabtu, mengatakan sebelum ada underpass untuk menuju Jalan HR Muhammad dari Jalan Mayjend Sungkono dibutuhkan waktu 10 menit. Namun, dengan adanya underpass hanya membutuhkan waktu 2 menit.
"Dengan adanya underpass ini bisa mengurangi 51,4 persen panjang antrean pada simpang Bunderan Satelit sehingga kemacetan otomatis juga berkurang di kawasan tersebut," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, Dishub Surabaya juga melakukan pengaturan arus lalu lintas di overpass (jalan menopang underpass) jalur sisi barat pergerakan utara–selatan dan jalur sisi timur, pada pergerakan selatan–utara.
Akan Pasang CCTV
Selain melakukan rekayasa lalu lintas, Irvan menyebut, pihaknya juga telah memasang empat buah titik kamera CCTV di lokasi tersebut. "Ini dapat menghemat waktu masyarakat, waktu untuk antre dan perjalanan. Orang yang mungkin dulu mencapai Jalan Adityawarman 5 menit, menjadi 2 menit. Kita akan evaluasi efektivitas underpass selama seminggu ke depan,” tambahnya.
Jalan Ooverpass ini melayani pergerakan Barat ke Barat yakni Jl. Mayjen Hr. Muhammad kembali ke Jl. Mayjen Hr. Muhammad. Selanjutnya, arah Timur ke Timur yaitu Jl. Mayjen Sungkono kembali ke Jl. Mayjen Sungkono. Kemudian akses Tol menuju Jl. Raya Kupang Indah dan Jl. Mayjen Sungkono. Jl. Raya Kupang Indah menuju Jl. Mayjen Hr. Muhammad dan Akses Tol.
Tak hanya itu, Dishub Surabaya juga telah melakukan Pengaturan Persimpangan Bersinyal/APILL pada simpang Jl. Mayjen Sungkono – Akses Tol – Overpass dan pada simpang Jl. Raya Kupang Indah – Jl. Mayjen Sungkono – Overpass. n rmc

Berita Populer