Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Frans Barung Mangera

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Rencana Persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) 2019 yang akan digelar Jumat (14/6/2019) mendatang. Pendaftaran gugatan telah dilakukan Tim BPN pasangan calon presiden nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga pada Jumat (24/5/2019) lalu atas penolakan hasil rekapitulasi nasional yang ditetapkan KPU RI atas kemenangan Jokowi-Ma’ruf dengan 55,50 persen suara.

Untuk melakukan penjagaan pada sidang tersebut, Polda Jatim mengirim personel ke Jakarta untuk ikut mengamankan dan menjaga kondusifitas saat berlangsungnya persidangan.

"Kami stand-by kan personel di Mabes Polri untuk kepentingan pengamanan sidang MK," kata Kabid Humas Kombes Pol Frans Barung Mangera, Rabu (12/6/2019).

Barung mengatakan, Polda Jatim mengirim sebanyak 1.200 personel ke Jakarta. Ribuan personel tersebut dari Satuan Brimob dan Sabhara.

"Brimob ada 700 selebihnya Sabhara," kata Barung.

Barung menuturkan, untuk wilayah Jatim sendiri Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan sudah menyampaikan imbauan agar masyarakat tidak terprovakasi opini terkait kecurangan Pemilu. Karena pembuktian itu akan dilakukan di MK. "Polda Jatim berkeyakinan bahwa masyarakat Jatim tidak akan terprovokasi dan mengikuti ajakan ajakan yang inkonstitusional, melakukan hal hal yang berhubungan dengan melawan hukum," kata Barung.

Barung menambahkan, jajaran Polda Jatim tidak melakukan sweeping seperti saat aksi 22 Mei kemarin. Dia memastikan, Forkompimda Jatim juga akan segera melakukan pertemuan.

"Tidak ada sweeping, nanti akan disampaikan Gubernur Jatim, Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim akan memberikan keterangan bersama para tokoh masyarakat Jatim," tandasnya. nt