•   Rabu, 16 Oktober 2019
SGML

MUI Lamongan Minta Masyarakat Hormati Apapun Keputusan MK

( words)
Bupati Fadeli, bersama ketua MUI KH Abd Aziz Khoiri, Kepala Kemenag, Sekkab hingga kepala OPD saat vicon dengan camat se Kabupaten Lamongan beberapa waktu lalu. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


Terkait Dengan Proses Sidang Sengketa Pilres

SURABAYA PAGI, Lamongan - Mulai Jum’at (14/6/2019) sidang sengketa pilpres yang dilayangkan kubu pasangan nomor urut 02 Prabowo Subianto -Sandiaga Uno, di Mahkamah Kostitusi (MK) dimulai. Himbauan agar masyarakat untuk menghargai keputusan hukum apapun oleh MK terus disuarakan oleh stakeholder.
Salah satunya dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lamongan. Kumpulan para ulama ini meminta kepada masyarakat, untuk menghargai keputusan apapun yang akan diputuskan oleh MK, dan MUI juga menolak segala bentuk kerusuhan yang akan berakibat buruk pada kelangsungan berbangsa dan bernegara.
"Saya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan aksi serupa di MK, percayakan proses hukum sengketa Pilpres ini ke MK, " kata Ketua MUI Lamongan, KH Abdul Aziz Khoiri, pada sejumlah awak media.
Kiai sempuh ini juga membenarkan Menurutnya jika dirasa ada kecurangan yang dialami oleh peserta pemilu maka harus diselesaikan dengan cara sesuai mekanisme. "Mari kita ikuti proses hukum yang ada, dan MK diberi kewenangan untuk memutus sengketa," kata Aziz panggilan akrab KH Abd Aziz Khoiri menegaskan.
Selain itu, MUI kata kiai Aziz juga berpesan agar tidak ada lagi kerusuhan lselama proses persidangan di MK tersebut. “MUI Lamongan menolak segala bentuk kerusuhan karena kerusuhan menimbulkan keresahan masyarakat dan merusak kedamaian bersama,” ungkapnya.
Aziz juga menjelaskan Mahkamah Konstitusi (MK) pasti bersikap profesional dengan dengan tidak memihak pada salah satu kubu dalam gugutan Pilres itu. "Saya yakin dan percaya, mereka yang duduk di Mahkamah Konstitusi adalah orang orang professional. Maka dari itu mari kita hargai kinerja MK” katanya.
Selain dari MUI Lamongan, ajakan atau himbauan untuk menjaga kondusifitas juga datang dari sejumlah elemen masyarakat di Lamongan, diantaranya dari pendekar yang tergabung IKSPI Kera Sakti Lamongan.
Mereka dengan tegas menolak segala bentuk tindak kekerasan dan kerusuhan. Para pendekar ini juga mendukung TNI Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan kesatuan NKRI. "Demi keutuhan NKRI kami menolak segala bentuk kekerasan dan kerusuhan dan mendukung TNI Polri dalam menjaga keutuhan NKRI," Ketua IKS PI, Kera Sakti cabang Lamongan, Abdus Salam.
Hal senada juga diungkapkan salah seorang ibu warga Lamongan, Emi. Menurutnya kerusuhan membuat ketentraman masyarakat terganggu. "Kami masyarakat Lamongan cinta damai dan hidup rukun, kami menolak segala bentuk kerusuhan,” pungkasnya. jir

Berita Populer