•   Minggu, 21 Juli 2019
Pilpres 2019

Surabaya Siaga Khusus, Emak-emak Jakarta Ngaji Bareng

( words)
Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Sandi Nugroho ikut mengecek kesiapan pasukan Polri dan TNI yang mengamankan Surabaya. Foto: SP/Julian


Kawal Sidang Gugatan Pemilu di MK

Firman Rachman, Jaka Sutrisna
Wartawan Surabaya Pagi
Mengawal proses pesta demokrasi hingga ke babak final melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK), aparat TNI-Polri diinstruksikan untuk melakukan penjagaan dan siaga di beberapa obyek vital. Bila di Jakarta, sekitar gedung MK di sterilisasi dan pengalihan lalin. Di Surabaya, juga dilakukan pengawalan dan penjagaan di beberapa tempat yang menjadi potensi kerawanan. Diantaranya kantor KPU Kota Surabaya maupun kantor KPU Provinsi Jatim, Gedung Negara Grahadi, Kantor Gubernur Jalan Pahlawan, dan Kantor DPRD Provinsi Jatim.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Sandi Nugroho menyebut, penjagaan dan disiagakannya anggota TNI-Polri dibeberapa obyek vital, saat proses sidang gugatan hasil pilpres 2019 ke MK yang dimulai Jumat (14/6/2019) ini dilakukan sebagai bentuk upaya antisipasi kepolisian mengeliminir potensi kerusuhan. Di Surabaya, sebanyak 2.086 personel gabungan polisi dan TNI akan disiagakan dititik-titik pergerakan massa.
"Ini upaya antisipasi saja, melihat situasi kamtibmas sejauh ini masih sangat kondusif. TNI-Polri siap mengamankan jalannya proses demokrasi sampai nanti ada keputusan mutlak dari Mahkamah Konstitusi terkait sengketa pilpres tahun 2019 ini," kata Sandi, Jumat (14/6).
Tanpa Peluru Tajam
Dalam pengamanan ini polisi dan anggota TNI yang berada di lapangan tidak diperbolehkan membawa senjata dengan peluru tajam. Mereka hanya dibekali peluru hampa dan gas air mata. Ini dilakukan untuk menghalau massa apabila terjadi kerusuhan atau hal-hal yang tidak diinginkan.
“Tadi sudah diperiksa langsung oleh pak kapolda, kalau ada peluru tajam dalam pengamanan nanti dipastikan bukan dari polisi atau TNI,” tegasnya.
Selain anggota Polrestabes Surabaya, wilayah kota metropolitan ini juga dibantu oleh beberapa anggota dari Polda Jatim dan Polres kota penyangga seperti, Polresta Sidoarjo, Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Polres Gresik, Polresta Sidoarjo, Polres Mojokerto. "Bantuan juga di beberapa titik perbatasan kota Surabaya dari Polda Jatim maupun Polres penyangga," tambahnya.
Polisi juga mengimbau kepada seluruh elemen maayarakat untuk tetap menjaga ketertiban baik saat proses sidang MK di Jakarta berlangsung maupun pasca ditetapkannya keputusan sidang tersebut. Menurutnya, pesta demokrasi harus tetap dimaknai sebagai kemenangan bersama meski berbeda.
"Ya kami mengimbau agar masyarakat tetap menjaga ketertiban, menjaga kondusifitas serta memaknai proses demokrasi ini sebagai upaya kebaikan bersama. Meski berbeda NKRI adalah rumah kita, dan kita semua wajib menjaganya," tandas pria kelahiran Salatiga itu.
Emak-emak Ngaji di MK
Sementara di Jakarta, hingga Jumat sore kemarin, situasi cukup kondusif tanpa ada kerusuhan seperti yang ditakutkan pada 21-22 Mei 2019 lalu. Meski begitu, pengamanan di sepurat Gedung MK cukup ketat. 48.000 personel gabungan TNI-Polri berjaga tak hanya di gedung MK, juga di Gedung KPU, Bawaslu RI.
Sidang perdana MK, Jumat kemarin justru dipenuhi emak-emak yang melakukan aksi damai dengan membaca sholawat dan ngaji berjamaah di area sekitar gedung MK. Ibu-ibu itu terlihat tanpa menggunakan alas sembari melantunkan ayat-ayat Alquran dengan khusyuk. Alquran fisik maupun lewat gawai pintar memandu mereka melantunkan ayat suci itu. Terdengar, beberapa ayat Alquran seperti surat-surat pendek di Juz 30 mereka lantunkan dengan syahdu.
Mereka hadir untuk menggelar aksi damai ditengah sidang perdana perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK) pagi ini.
Mujahidah, mengatakan aksi itu sengaja dilakukan sebagai upaya agar Indonesia dapat berjalan dengan baik dan kondusif. Selain itu, Ia mengatakan aksi itu bertujuan agar para hakim MK dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam memutus perkara gugatan PHPU. "Kami ingin hakim MK dapat memerangi kecurangan, menegakkan keadilan, apapun kondisinya," kata dia.

Berita Populer