•   Kamis, 21 November 2019
SGML

Berbulan - bulan Air PDAM Keruh, Warga Lamongan Mulai Murka

( words)
Kondisi air PDAM di penampungan bak mandi milik warga airnya terlihat keruh dan coklat, kurang lebih 3 bulan belakangan ini. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


Pelayanan Dianggap Buruk, Ancam Tidak Mau Bayar Tagihan Air

SURABAYA PAGI, Lamongan - Beberapa bulan ini, ribuan pelanggan air PDAM di Lamongan disuguhi dengan kondisi air keruh berwarna coklat, yang tidak layak digunakan untuk mandi. Bahkan kerap pelanggan PDAM merasa gatal-gatal kalau mandi menggunakan air baku dari Sungai Bengawan Solo tersebut.
Namun anehnya, meski kondisi seperti ini sudah lama hampir berbulan-bulan, tapi sampai saat ini terkesan tidak ada upaya pihak manajemen untuk memperbaiki kondisi air ini lebih jernih dari seakarang, yang ada air tambah hari semakin keruh dan coklat.
Padahal tarif air PDAM tahun lalu resmi dinaikkan, namun kenaikan tarif PDAM tidak dibarengi dengan pelayanan yang meningkat, malah kian hari air semakin tidak layak untuk digunakan mandi.
Kondisi seperti ini membuat pelanggan murka, dan sudah kebabisan akal. Bahkan kalau dalam seminggu air juga tidak kunjung jernih, pelanggan air PDAM akan mengancam tidak membayar tagihan air. "Kalau tidak berubah jadi baik, ya jangan disalahkan kalau kita sementara tidak bayar tagihan rekening air," Hamdan Attamimi warga Moropelang Kecamatan Babat Lamongan, Minggu (16/6/2019).
Hal itu ia lakukan sebagai bentuk kecewaanya terhadap manajemen PDAM Lamongan, yang tak kunjung menunjukan progres positif selama ini, meski tarif air PDAM sudah dinaikan mulai tahun lalu.
"Sebenarnya sederhana saja, kemarin tarif tagihan air dinaikan kita tidak mempersoalkan, asalkan air bisa jernih dan distribusi air bisa lancar, namun pasca kenaikan tarif air kualitasnya semakin jelek, maka jangan disalahkan kalau pelanggan enggan membayar tagihan air," akunya
Padahal jauh-jauh hari bupati Lamongan H Fadeli, saat rekrutmen calon direktur PDAM 2 tahun yang lalu mewanti-wanti kepada Dirut PDAM yang baru Ali Mahfudi, menyampaikan kalau kebutuhan air PDAM adalah kebutuhan yang sangat vital.
Untuk itu kata Fadeli, jangan puas dengan hasil yang dicapai saat ini, air sudah lancar tapi belum jernih. "Bagaimana air bisa lancar bisa langsung keluar sendiri dan jernih tidak keruh, itu tantangan dan segera direalisasikan," pinta Fadeli sambil menegaskan kalau kebutuhan air kedepan tidak hanya untuk rumah tangga, melainkan juga untuk kebutuhan perusahaan kala itu
Terpisah Dirut PDAM Lamongan Ali Mahfudi saat dihubungi tidak membantah kondisi air PDAM belakangan ini keruh. Utamanya dua hari ini. Hal itu terjadi karena adanya perubahan air baku dari Bengawan Solo karena cuaca kemarau dan panas, mengakibatkan lumut yang ada di dasar air Bengawan Solo naik kepermukaan sehingga menyebabkan air baku menjadi keruh dan coklat.
"Iya mohon maaf atas ketidaknyamanan atas kondisi air PDAM ini, namun demikian ia terus berupaya untuk merubah komposisi air tersebut bagaimana bisa menjadi jernih mulai semalam (Sabtu 15/6/2019 red) sudah kami lakukan," terangnya.
Ia meminta kepada pelanggan untuk bersabar, segala upaya akan terus dilakukan pihak manajemen, untuk menjadikan air PDAM menjadi jernih. Salah satunya merubah komposisi dalam penjernihan, dan ia berpesan agar pelanggan tidak sampai mengindahkan kewajibannya dalam membayar tagihan rekening. jir

Berita Populer