•   Minggu, 21 Juli 2019
BUMD

Perbanyak Cabang dan Perbaiki M-Banking

( words)


Harapan Nasabah Bank Jatim

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Setelah terpilihnya Direktur Utama Bank Jatim yang baru, yakni Hadi Santoso, dipilih Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memimpin pelat merah, direspon beberapa nasabahnya. Para nasabah memberikan masukan terhadap Bank Jatim untuk lebih meningkatkan fasilitas dan pelayanannya.
Demikian itu diungkapkan oleh Ninik nasabah sejak 2011 asal Sidoarjo, Nasabah Puji Kurniawati Andansari yang juga Ketua DPD PSI Surabaya, dan Evan Indra mahasiswa Perbankan kampus Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia(STIESIA) Surabaya.
Ninik, perempuan yang sudah bersuami ini mengimbau agar Bank Jatim untuk lebih meningkatkan lagi dalam segi pelayanan dengan cara memperbanyak cabang di berbagai daerah.
M-Banking Sering Error
Dengan adanya itu bisa lebih terjangkau kepada masyarakat luas. "Pelayanannya di perbanyak diberbagai daerah untuk Cabang dan Capem Bank Jatim. Biar lebih mudah masyarakat,’’ ujarnya.
Selain itu, Ninik berpesan bagaimana caranya agar M-Banking Bank Jatim tidak sering mengalami error dan berharap kepada direktur utama yang baru dapat menyelesaikan pada masalah tersebut dan memunculkan sebuah inovasi di Bank Jatim.
"M-Banking sering error, biasanya kadang gak bisa terbuka saat akses login. Dan dengan pimpinan yang baru ini dapat membantu kinerjanya Bank Jatim, melanjutkan program direksi sebelumnya dan memunculkan inovasi baru untuk Bank Jatim,’’ pintanya.
Jangan Pilih Kasih
Puji Kurniawati Andansari yang juga sebagai nasabah menilai bahwa Bank Jatim ini pelayanannya masih lebih cepat Bank Swasta. Karena meskipun di Bank Swasta ramai nasabah pelayanannya baik dan cepat. "Jadi harapan kita Bank Jatim layanannya ditingkatkan lagi karena mereka punya kepentingan dan kita juga punya kepentingan,’’ Ucap Puji Ketua DPD PSI Surabaya ini.
Kata dia, Bank Jatim dalam melayani masyarakat terlalu banyak prosedur. Sehingga membuat keribetan mengurusnya. Misalnya, sambung dia, saat mengurus surat menyurat, laporan, laporan dalam bentuk Lapedaka, dan penutupan rekening. "Mungkin karena saya dari partai ya, gak segamlang prosedurnya dengan milik perorangan. Namun, bagaimanapun juga, tanpa pandang bulu, baik itu perorangan atau korporasi / organisasi,” ungkapnya.
Terpisah, mahasiswa Perbankan STIESA Evan Indra bahwa Bank Jatim agar bisa memberikan fasilitas sarana prasana. Ia mencontohkan seperti penyediaan tempat layanan mesin fotokopi dan percetakan agar saat mengurus ke Bank Jatim mempermudah nasabah.
"Jadi kalau ada yang ngurus referensi bank. Kalau orang pertama kan gak tau harus ada permohonannya 2 lembar. Jadi harus fotokopi dan di sekitar sini tidak ada," Terangnya.
Indra berharap dengan Direktur Utama yang baru ini. Bank Jatim dapat mengunggulkan dengan Bank Lainnya. " Harapan saya Bank Jatim ,bisa unggul dengan bank lainnya baik dari segi fasilitas, pelayanan dan lain-lainnya," Pungkasnya. n

Berita Populer