•   Kamis, 9 April 2020
SGML

3 Mingguan TPA Tambakrigadung Keluarkan Bau Busuk

( words)
Tumpukan sampah di TPA Tambakrigadung Tikung Lamongan tiga minggu ini mengeluarkan bahu tidak sehat dan dan bikin udara tidak sehat. FOTO: SP/ MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Hampir 3 minggu ini warga di Desa Tambakrigadung Kec Tikung Lamongan dan sekitarnya, setiap malamnya harus menghirup udara tidak sehat bau sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah. Bahkan bau ini sampai berhembus di Perum Graha Indah hingga ke wilayah Kecamatan Deket.

Meski sudah cukup lama menguarkan bau tidak sedap, hingga sampai saat ini tidak ada upaya kongrit dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan melakukan upaya-upaya pencegahan, yang ada malah baunya semakin menjadi-jadi.

Kondisi bau tidak sedap seperti tai kucing ini, sudah membuat warga resah, bahkan warga ada yang mulai melakukan gerakan mosi tidak percayaan kepada DLH, karena paska pengelolaan sampah dari Dinas Pekerjaan Umum Perumahaan Rakyat (PUPR) ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pengelolaan sampah malah terkesan tidak asal-asalan.

"Kalau soal bau sampah sejak dulu, sejak sampah pengelolaanya diserahkan ke DLH, padahal pekerjaanya sama, jumlah tenaga kerjanya juga ditambah, tapi anehnya tidak bisa mengatasi bau sampah seperti saat ini," kata Rahayu warga setempat kepada Surabaya Pagi, Minggu (24/2/2019).

Meski kata Rahayu, sebelum pengelolaanya berpindah tangan, bau sampah seperti saat ini ada, tapi tidak sampai terus menerus setiap malam. "Dulu memang sempat bau, tapi baunya tidak setiap malam seperti saat ini, pengelolaanya bagaimana, ini sudah merugikan masyarakat," ungkapnya.

Karena itu, ia berharap kepada DLH untuk melakukan langkah-langkah kongrit segera mengatasi problem bau sampah ini. Atau memang sudah waktunya untuk dipertimbangkan TPA ini dipindah ke lokasi yang jauh dari permukiman. "Warga minta ada antisipasi atau mengatasi bau sampah ini, kalau tidak bisa ya silahkan TPA ini dipindah jauh dari permukiman warga," desak Rahayu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan Moh Fahrudin Ali Fikri saat dikonfirmasi menyebutkan, kalau bau sampah yang ada di TPA saat ini disebabkan adanya penataan lahan TPA. "Di TPA lagi ada penataan sampah mas kalo ndak di tata lokasi TPA bisa cepat habis," terangnya.

Setelah penataan sampah itu kata Udin panggilan akrab Moh Fahrudin Ali Fikri, selanjutnya akan dilakukan penutupan lahan. Sampah itu akan ditutup tanah, begitu seterusnya. Penataan lahan ini lanjutnya diperkirakan pada minggu-minggu ini sudah selesai. Dan bau sampah juga akan berkurang, karena sudah ditumpuki dengan tanah. "Insya Allah Minggu-minggu ini sudah selesai," ungkapnya.

Sementara itu, problem sampah yang kian hari kian menjadi momok, seharusnya sudah harus mendapatkan penanganan serius dari DLH, apalagi tidak sedikit tumpukan sampah-sampah sudah mulai terlihat di pinggir-pinggir jalan raya.

Dan dari data disebutkan sampah di Lamongan yang dibawa ke TPA Tambakrigadung dalam seharinya mencapai 2.147 meterkubik per hari, atau setara 536,9 ton per hari. Kabupaten Lamonganpun sudah berupaya menggurangi tumbulan sambah dengan menggelar kegiatan 3R (reduce, reuse dan recycle).

Kegiatan ini seperti disampaikannya mampu mengurangi timbulan sampah hingga 16,72 persen. Disamping dengan meningkatkan fungsi Bank Sampah yang tercatat sudah ada 1.158 unit, sehingga pengelolaan sampah di TPA mampu mengurangi timbulan hingga 83, 28 persen. jir

Berita Populer