•   Sabtu, 29 Februari 2020
Surabaya

3 Tewas, Tugu Pahlawan Mencekam

( words)
Petugas menolong korban yang jatuh dari atas viaduk Jl Pahlawan, Jumat (9/11) malam. FOTO SP/BYOB - JULIAN


SURABAYA PAGI, Surabaya – Terjadi insiden ‘berdarah’ saat digelar drama kolosal ‘Surabaya Membara’ di sekitar Tugu Pahlawan, Surabaya, Jumat (9/11/2018) malam. Acara tahunan yang dihelat guna memeringati Hari Pahlawan, malah memakan korban. Saat ribuan warga menyaksikan drama kolosal itu, tiga orang meregang nyawa lantaran tak sempat menyelamatkan diri dan tertabrak kereta api yang melintas di viaduk.
--------
Laporan : Firman Komeng
Tiga orang korban tersebut terpental setelah "tersenggol" kereta api. Sedang 10 orang lainnya terluka. Saat drama digelar, banyak warga yang menonton di atas viaduk. Begitu kereta api melintas, warga yang melihat di atas viaduk kocar-kacir.
Sepeluh orang korban dirawat ke RSUD Dr. M. Soewandhie dan tiga orang korban luka dirawat di RS PHC Surabaya. Kabar terakhir yang diterima Surabaya Pagi, 3 warga meninggal dunia.
Dua orang pria meninggal di lokasi, satu orang meninggal di RSUD Dr. M. Soewandhie. Salah satu korban diketahui bernama Erika Wati (9), waga Kalimas Baru 61.
Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 20.03 WIB malam sesaat sebelum drama kolosal Surabaya Membara itu dimulai. Terlihat proses evakuasi korban tewas dilakukan sekitar pukul 20.30 WIB.
Muhammad Rizal, relawan yang ikut mengevakuasi korban mengatakan, 3 orang terjatuh dari sisi kiri viaduk, 5 terjatuh dari sisi kanan, dan 3 tertabrak kereta api di atas viaduk. "Korban yang di atas viaduk, dua orang terkena kakinya, satu orang meninggal dunia kena serempet kereta api," kata dia.
Berdasarkan pantauan, kereta api melintas perlahan saat ada banyak penonton yang berdiri di dekat rel, di atas viaduk. Pembawa acara drama kolosal sempat mengingatkan penonton yang ada di atas viaduk, tapi tiba-tiba belasan penonton mulai berjatuhan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan didampingi Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran datang ke lokasi bersama Tim Inavis Satreskrim Polrestabes Surabaya.
Diketahui dari hasil olah Tempat Kejadian Sementara ada dua orang korban yang dinyatakan tewas dan enam korban mengalami luka-luka.
"Iya ini tadi sudah kami cek TKP, ada dua orang korban tewas di tempat karena tersambar kereta api barang dari arah Timur ke Barat, sedangkan enam lainnya luka-luka. Semuanya dibawa ke rumah sakit PHC Surabaya," kata Rudi setelah meninjau lokasi.
Disinggung adanya kemungkinan kelalaian dari pihak panita penyelenggara, Rudi menyampaikan jika anggotanya akan melakukan penyelidikan lebih lanjut.
"Iya ini kan baru saja terjadi, kami masih lakukan pendalaman ya," tandas perwira tiga melati itu.

Image
Acara Tetap Dilanjutkan
Meski sedang diselimuti insiden berdarah, acara Surabaya Membara tetap dilanjutkan. Salah seorang warga bernama Suyatno mengatakan jika panitia sangat tidak berempati dengan memilih melanjutkan acara yang hingar bingar itu dalam kondisi ada banyak korban.
"Ini saya tidak tahu logika panitia dimana, ada korban bahkan tewas tapi acara masih dilanjutkan. Sangat tidak manusiawi," kesalnya.
M Taufik Hidayat, Ketua Komunitas Surabaya Membara mengatakan, keputusan tetap melanjutkan gelaran Drama Kolosal Surabaya Membara, meski ada insiden maut, karena persiapan peserta sudah dari jauh hari.
Menurut Taufik, akan lebih syok jika seluruh tim yang dari daerah yang sudah latihan sebulan tapi tidak jadi tampil. Meskipun tadi panitia memotong adegan drama yang seharunya 60 menit tapi dipotong 20 menit.
"Kami kan juga ada dari daerah, kami tetap melanjutkan karena mereka sudah latihan sebulan lebih, mereka akan lebih syok kalau tidak tampil," ujarnya di lokasi.
Menurut Taufik, kejadian ini di luar kendali panitia. Karena lokasi acara berada di Jl Pahlawan depan Kantor Gubernur, tapi banyak yang ada di viaduk rel kereta api yang lepas dari pantauan panitia.

Image
Semangat Patriotisme
Sementara itu, Gubernur Jatim terpilih Khofifah Indar Parawansa yang turut hadir ke lokasi pagelaran, menyebut akan tetap menghelat kegiatan itu di tahun depan. Menurutnya semangat patriotisme dan nasionalisme pahlawan harus tetap digelorakan, meskipun ada insiden yang menewaskan tiga warga tersebut.
"Ya tentu kami berduka, namun itu lain hal ya, pesan yang ingin disampaikan dalam kegiatan ini adalah menularkan patriotisme dan semangat pahlawan kita terdahulu kepada generasi muda. Mungkin nanti kedepan kita perketat penonton yang tak boleh lihat dari atas viaduk," terang Khofifah. n

Berita Populer