•   Selasa, 15 Oktober 2019
Kesehatan

46 Orang Meninggal Akibat Demam Berdarah

( words)
dr Kohar Hari Santoso Kepala Dinas Kesehatan Jawa Timur


SURABAYAPAGI.COM – Nyamuk Aedes aegypti masih cukup membahayakan bagi masyarakat Jawa Timur khususnya pada puncak musim hujan Januari 2019 ini. Tercatat sejak 1 Januari hingga 28 Januari 2019 sudah ada 46 orang meninggal dunia akibat gigitan nyamuk yang beredar dari pagi hingga sore ini.

BErdasarkan data Dinas Kesehatan Jawa Timur, jumlah kasus penderita demam berdarah pada Januari tahun 2019 meningkat dibanding bulan yang sama di tahun 2018. Hingga 28 Januari ini terdapat 2660 orang terkena wabah demam berdarah. Dan 46 orang diantaranya meninggal.

Kepala Dinas KEsehatan Jawa Timur dr Kohar Hari Santoso mengakui jika jumlah penderita demam berdarah tahun ini meningkat dibanding tahun lalu. Namun jika dibanding tahun 2016, angka tersebut sudah menurun. Berbagai antisipasi terus dilakukan Dinkes Jatim bersama dengan rumah sakit dan pemkab/kota di seluruh Jawa Timur. “Sudah ada surat edaran gubernur ke kab/kota, kita juga melakukan investigasi di lapangan bersama unit kemenkes, koordinasi dengan pemda untuk melakukan foging dan lain sebagainya,” papar Kohar, di kantornya, Selasa (29/1/2019).

Selain itu juga dilakukan koordinasi intensif dengan rumah sakit di semua daerah Jawa Timur untuk melakukan penanganan secara cepat dan benar. Pemprov sendiri belum mau menetapkan kondisi ini dalam status Keadaan Luar Biasa (KLB) Demam Berdarah. “Secara angka, Jatim belum KLB, tapi ada satu kabupaten yang sudah menetapkan KLB,” terangnya.

Kasus terbanyak demam berdarah tahun ini terjadi di Kabupaten Kediri dengan jumlah 271 kasus dan meninggal 12 orang. Disusul Tulungagung 249 kasus dan meninggal 3 orang. Kemudian Bojonegoro 177 kasus dengan 3 orang meninggal. “Ada juga kabupaten Ponorogo, bupatinya mau menetapkan KLB demam berdarah karena peningkatannya hamper 2 kali lipat dibanding tahun lalu, meski jumlahnya lebih kecil dari daerah lainnya,” paparnya.

Kohar mengajak masyarakat untuk kembali menggiatkan tindakan pencegahan berkembangnya nyamuk demam berdarah. Seperti melakukan Pemberantasan sarang nyamuk termasuk menjaga kebersihan di kamar mandi atau kolam. “Tidak bisa cuma bersihkan got saja, karena nyamuk jenis ini berkembang biak di tempat bersih seperti kolam dan kamar mandi. Termasuk tempat2 yang tidak diduga seperti vas bunga,” ungkapnya.

Dinkes jatim akan melakukan cara double setup seperti melakukan foging. Anggaran dan fogging diberlakukan agar betul-betul efektif. Masyarakat yang ada gejala panas agar segera berobat. Teman-teman di puskesmas dan fasilitas kesehatan agar tanggap ketika ada pasien panas maka meminimalisir kejadian yang mengarah ke demam berdarah. Periksa HB, Trombosit dan munculnya bintik merah. “Kita menggalakkan gerakan pencegahan secara intensif, untuk mencegah masyarakat Jawa Timur seminimal mungkin terjangkit demam berdarah,” pungkasnya. Rko


Tabel Penderita Demam Berdarah Jawa Timur
Tahun Kasus Meninggal
2016 24.461 356
2017 7.854 105
2018 7.504 56
2019 2.660 46 **

Berita Populer