•   Minggu, 29 Maret 2020
Hukum Bisnis

5 Anak Usaha Garuda Akan Dilikuidasi

( words)
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia.SP/decom.


SURABAYAPAGI.COM, Jakarta – Perusahaan BUMN yang kondisinya tidak sehat atau terlihat ’mati segan hidup tak mau’ akan segera di lukuidasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Dirinya menegaskan bahwa akan menutup lima anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Salah satunya, PT Garuda Tauberes Indonesia.

"Di Garuda Indonesia ada lima anak perusahaan yang sebenarnya sudah siap dilikuidasi, karena memang sudah hasil rapat komisaris dan direksi, bukan kami," ujarnya, Kamis (20/2).

Nama Tauberes tentunya tak asing lagi di telinga publik. Cucu usaha maskapai penerbangan pelat merah pernah membuat Erick terbahak ketika mendengar nama Tauberes.

Selain itu, ia juga berencana menggabungkan perusahaan pelat merah yang memiliki lini bisnis serupa.


Erick menuturkan rencana likuidasi entitas anak Garuda Indonesia tengah menunggu persetujuan perluasan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2005 tentang Penggabungan, Peleburan, Pengambilalihan, dan Perubahan Bentuk Badan Hukum BUMN.

Perluasan yang dimaksud adalah fungsi dari Kementerian BUMN untuk melikuidasi dan memerger perusahaan yang masuk dalam kategori dead weight.

"Sedang kami usulkan kepada presiden dan menteri keuangan untuk mandat tambahan dalam merger dan likuidasi," terang Erick.

Saat ini, perusahaan maskapai pelat merah itu memiliki tujuh entitas anak dan 19 cucu perusahaan. Anak dan cucu usaha itu bergerak di berbagai lini bisnis, meliputi bisnis penerbangan Low Cost Carrier (LCC), ground handling, inflight catering (katering di pesawat), maintenance facility (fasilitas perawatan pesawat).

Kemudian, jasa teknologi informasi, jasa reservasi, perhotelan, transportasi darat, e-commerce dan market place, jasa ekspedisi kargo, tour, dan travel.jk02

Berita Populer