•   Rabu, 16 Oktober 2019
JawaTimur

6 Ribu Hektare Lahan Terendam Banjir, Produksi Beras Aman

( words)
ilustrasi banjir


SURABAYAPAGI.com - Lahan sawah seluas 6.000 hektare di Provinsi Jawa Timur (Jatim) diketahui terdampak banjir. Berdasarkan laporan terbaru Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim, ribuan hektare lahan yang dilibas air bah tersebut berada di 13 kabupaten.
Sebelumnya, seluas 4.777 hektare lahan sawah di Jatim dilaporkan terdampak banjir. Namun, dengan terjadinya peristiwa hujan lebat terus-menerus ditambah meluapnya air Sungai Bengawan Solo, baru-baru ini, jumlah lahan sawah yang terdampak banjir menjadi meluas.
13 kabupaten yang lahan sawahnya terdampak banjir tersebut antara lain, Lamongan, Bojonegoro, Ponorogo, Tuban, Madiun, Blitar, Trenggalek, Tulungagung, Gresik, Ngawi, Magetan, Pacitan dan Nganjuk.
Terkait hal ini, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jatim Hadi Sulistyo mengaku belum mengetahui persis secara total jumlah kerugian. Namun, khusus Tulungagung nilai kerugiannya mencapai hampir Rp3 miliar.
Untuk para petani yang lahan sawahnya terdampak banjir sekurangnya 70% dari total luasan, kerugiannya bakal diganti jika telah mengikuti program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Nilai ganti rugi dalam asuransi adalah Rp6 juta per hektare.
Menurut Hadi, total lahan sawah yang tersedia di Jatim adalah seluas 1,1 juta hektare. Jadi, 6.000 hektare lahan sawah yang terdampak, pengaruhnya tidak signifikan. Soalnya, dia optimis target luas panen di lahan seluas 835.873 hektare pada periode Januari - April bisa tercapai.
"Potensi ketersediaan beras sampai bulan April adalah 3,2 juta ton, sementara konsumsi pangan masyarakat Jatim sebanyak 1,1 juta ton. Jadi masih surplus”.n rangg

Berita Populer