•   Kamis, 27 Februari 2020
Otonomi Daerah

Ada 230 Anak di Lamongan Menderita Gizi Buruk

( words)
Salah seorang dokter RSUD Dr Soegiri Lamongan saat memberikan keterangan kepada awak media soal pasien penderita gizi buruk. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Mengejutkan teryata penderita gizi buruk pada anak-anak di Lamongan jumlahnya masih lumayan banyak sampai 230 anak. Meski jumlah ini diklaim dibawah Provinsi Jatim, tapi hal demikian ini seharusnya sudah tidak boleh terjadi.

Satu dari 230 anak yang menderita gizi buruk tersebut, satu diantaranya kini tengah dirawat di RSUD dr Soegiri Lamongan, dan sempat dikunjungi oleh bupati bersama Kapolres dan Dandim dan jajaran.

Fadeli dalam kesempatan menjenguk penderita gizi buruk yang hanya berbobot 4 kilogram menyebutkan, memang jumlah balita atau anak di Kabupaten Lamongan yang menderita gizi buruk berjumlah 230 anak atau 0,34 persen.

Angka ini, lanjut Fadeli jauh dibawa 1 persen dari Provinsi Jatim. Meski demikian ia meminta agar penderita gizi buruk terus diturunkan jangan sampai nambah. "Kalau ada yang menderita saya minta keluarga agar melaporkan kejadian ini ke puskesmas sehingga ini bisa ditindaklanjuti oleh rumah sakit dan ditangani," ungkapnya.

Seperti saat ini ada balita yang terkena gizi buruk dan di rawat. Fadeli meminta tim dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soegiri Lamongan agar memberikan pelayanan yang terbaik bagi Meilani Alfira Damayanti balita yang menderita gizi buruk.

Meski saat ini biaya pengobatan balita yang berusia 2 tahun 8 bulan itu ditanggung BPJS Kesehatan. Namun Fadeli berharap pihak rumah sakit tidak menyamakan penanganan medis seperti halnya pasien pada umumnya. "Bukan berarti sudah tidak bayar biaya rumah sakit, terus pengobatannya biasa-biasa saja. Ini saya tidak mau harus diprioritaskan," kata Fadeli.

Berdasarkan informasi yang ia terima dari dokter yang menangani anak tersebut. Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa memulihkan kondisi balita yang hanya memiliki bobot 4 kilo tersebut. Pihaknya juga berharap orang tua pasien sabar dalam menghadapi ujian ini. "Saya yakin dokter juga sudah bekerja maksimal setiap saat dipantau perkembangan berikutnya dan ternyata juga tambah baik secepatnya," ungkapnya.

Dengan adanya peristiwa gizi buruk yang menimpa salah satu warga Desa Latukan, Kecamatan Karanggeneng, Kabupaten Lamongan ini, bupati mengintruksikan kepada jajaran agar terus berupaya mendata jumlah anak penderita gizi buruk. Sehingga penderita bisa cepat ditangani.

"Kalau anak Alfira ini sudah terlambat ditangani. Makanya saya perintahkan pak camat, bapak kepala dinas kesehatan dan puskesmas agar terus berkeliling mencari anak-anak yang menderita kekurangan gizi biar diobati dan jangan sampai hal ini terulang kembali," ungkapnya.jir

Berita Populer