•   Rabu, 1 April 2020
Pendidikan

Ada Dugaan Disdik Kota Kediri Kondisikan Seluruh Buku Sekolah

( words)
Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi. (SP/CAN)


SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pengadaan buku pelajaran di jenjang Sekolah Dasar (SD) di Kota Kediri disinyalir telah dikondisikan oleh Dinas Pendidikan Kota Kediri. Hal ini diindikasi karena seluruh buku yang disalurkan ke tiap sekolah hanya menggunakan satu penerbit.
Informasi yang dihimpun di lapangan, buku yang tersalurkan di seluruh SD se Kota Kediri mayoritas didominasi oleh penerbit PT Intan Pariwara. Bahkan mulai dari jenjang kelas 1 hingga kelas 6 baik sekolah yang masih menggunakan metode pembelajaran KTSP 2006 maupun K13 sejauh ini menggunakan buku dari penerbit tersebut.
Akibatnya, hal ini menjadi sorotan aktivis Kota Kediri. Salah satunya dari aktivis PEKAT IBE Kota Kediri, Roy Kurniawan. Ia mengaku pembelian buku pelajaran siswa SD memang rawan menjadi bancaan sejumlah oknum kepala sekolah dan Dinas Pendidikan. Pasalnya, pengadaan‎ buku yang dianggarkan dari dana BOS tersebut disinyalir selalu ada keuntungan yang didapatkan oleh pihak dinas dan kepala sekolah.‎
"Seharusnya tidak boleh ada pengkondisian buku di sekolah, karena ini sudah bersifat monopoli. Harus ada pembanding dari penerbit lain. Kita melihat jika terbukti hanya memakai satu penerbit pasti ada indikasi pembagian fee disini," ujarnya, Selasa (16/1/2018).
Hal itu juga diungkapkan salah satu sales penerbit ‎buku lain saat menawarkan produknya ke sejumlah sekolah. AG (35) salah satu sales penerbit buku mengaku, menyesalkan atas kebijakan Dinas Pendidikan Kota Kediri yang menunjuk langsung satu penerbit buku yakni hanya penerbit PT Intan Pariwara.
Ia menduga hal ini pasti terdapat iming-iming atau fee tinggi yang diberikan penerbit kepada pihak Dinas Pendidikan ataupun kepala sekolah. "Pembelian buku ini dibiayai dengan dana BOS. Namun di Kota Kediri setiap kita menawarkan buku ke sekolah, sekolah selalu menjawab tidak berani memgambil keputusan karena sudah diperintah Diknas untuk memakai salah satu penerbit yaitu PT Intan Pariwara," jelasnya.
AG juga menjelaskan, pembelian buku ini bahkan nyaris untuk seluruh buku yang ada di tiap sekolah. Mulai dari buku teks hingga buku pengayaan. Buku tersebut digunakan untuk pelajaran sekolah yang menggunakan metode pembelajaran KTSP dan kurikulum 2013 (K13). Hal ini terlihat di dua kecamatan yakni Kecamatan Mojoroto dan Kecamatan Kota yang semuanya menggunakan buku dari penerbit PT. Intan Pariwara.
"Kalau yang masih KTSP memakai BSE dan SBI. Tapi kalau yang sudah K13 memakai buku PR. Dan semua buku ini dari penerbit PT Intan Pariwara. Sehingga setiap penerbit jika ingin menawarkan buku ke sekolah sudah tidak bisa, karena sekolah mengaku sudah ada intruksi dari Diknas yang akhirnya harus membeli buku dari penerbit tersebut. ini yang aneh," tandasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Kediri, Cevy Ning Suyudi justru mengelak tudingan tersebut. Ia mengaku tidak pernah ada pengkondisian buku di tiap sekolah. Selama ini sekolah melakukan pembelian buku atas inisiatifnya sendiri. "Tidak ada namanya pengkondisian terkait pengadaan buku. Kita tidak memilih satu penerbit, karena kewenangan penyediaan buku ada di sekolah masing-masing," ucapnya.
Lanjut Cevy, dalam pembelian buku teks di sekolah, selama pengadaannya benar dan masuk dalam e-catalog maka tidak akan menjadi masalah. Sebab, dalam e-catalog setiap buku sudah melalui verifikasi pusat perbukuan.
"Untuk dana BOS ini kan sekolah diberikan 20 persen untuk pembelian buku. Kemudian diprioritaskan untuk membeli buku teks terlebih dahulu. Buku teks ini yang harus masuk dalam e-catalog. Sedangkan jika masih terdapat sisa, bisa dibelikan buku lagi seperti buku pengayaan yang tidak harus masuk dalam e-catalog," bebernya.
Kendati demikian, Cevy menegaskan jika benar dilapangan terbukti semua sekolah di jenjang SD menggunakan satu penerbit, maka perlu dicurigai. "Saya justru tidak mengetahui jika semua menggunakan satu penerbit. Saya tegaskan Diknas tidak pernah memberikan intruksi kepada sekolah untuk wajib membeli buku dari satu penerbit," tegas Cevy.
Sekedar diketahui, tiap sekolah SD di Kota Kediri saat ini mayoritas menggunakan sejumlah buku pembelajaran siswa seperti buku BSE, SBI dan PR dari penerbit PT Intan Pariwara. Buku tersebut digunakan seluruh siswa SD di Kota Kediri mulai jenjang kelas 1 hingga kelas 6. Harga buku tersebut mencapai kisaran Rp 17.000/buku untuk buku SBI dan PR. Sementara untuk buku teks BSE seharga Rp 13.700/buku. Can

Berita Populer