•   Senin, 18 November 2019
Otonomi Daerah

Air Bengawan Surut, Perahu Baja Muncul Kepermukaan

( words)
Tim dari Dinas Pariwisata saat melihat dari dekat peahu baju yang kelihatan ke permukaan. FOTO:SP/MUHAJIRIN KASRUN


SURABAYA PAGI, Lamongan - Sudah beberapa minggu ini air sungai Bengawan Solo surut. Bahkan sebagian daerah yang dialiri sungai terpanjang di pulau jawa ini airnya sudah nyaris habis sampai ada perahu baja yang muncul kepermukaan.

Perahu baja yang kelihatan ke permukaan itu ada di wilayah Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, Lamongan. Tidak sedikit warga setempat yang mengetahui keberadaan perahu baja ini.

"Saat itu saya sedang berada di pinggir sungai, saya kaget karena ada benda yang menyembul ke permukaan," kata Mohammad Amam, warga yang menemukan perahu baja ini untuk pertama kalinya pada wartawan kemarin.

Penasaran, Amam berenang ke arah benda tersebut karena memang debit air Bengawan Solo sedang surut. Amam kemudian mencoba menyelam untuk menghapus rasa penasarannya dan kaget karena yang ia temui adalah perahu berbahan dasar baja.

"Saat menyelam tersebut, yang saya ketahui setidaknya terdapat 3 perahu yang terpendam di sekitar lokasi tersebut," kata Amam seraya menambahkan kalau setelah itu ia memberitahukan temuannya itu ke warga lainnya.

Amam menuturkan, dari hasil rabaannya saat menyelam, diketahui kalau perahu tersebut berukuran dengan panjang antara 4-5 meter dan lebar sekitar 1,5 meter hingga 2 meter. Amam menyebut, bahan dasar perahu perahu tersebut dari baja dan tidak ada yang berkarat. "Kalau bentuknya seperti setrika, yaitu depan lancip sementara di bagian buritan tumpul," jelasnya.

Lebih jauh, Amam mengungkapkan, ia tidak bisa memastikan apakah perahu berbahan baja tersebut dari mana. Hanya saja, Amam mengaku kalau salah satu bagian perahu terdapat kerusakan yang diduga seperti bekas tembakan peluru.

"Setelah ditemukan, warga sudah mencoba mengangkat perahu tersebut tapi tidak berhasil, karena selain bahannya dari baja yang relatif berat, juga karen sebagian besar badan perahu masih tertutup lumpur," ungkapnya.jir

Berita Populer