•   Kamis, 14 November 2019
Pemkot Surabaya

Air Mampet, PDAM Janji Beri Kompensasi

( words)
Dirut PDAM Surya Sembada Mujiaman memberikan keterangan kepada wartawan mengenai mampetnya air akibat pengerjaan proyek Alun-alun Surabaya.


Alqomar,
Wartawan Surabaya Pagi

Setelah pasokan air PDAM Surya Sembada mampet selama 4 hari, kini BUMD ini akan terus berkomunikasi dengan Pemkot Surabaya terkait kompensasi kepada pelanggan. Pasalnya, ada sekitar 200.000 KK yang menjadi korban air mampet sebagai imbas pengerjaan proyek Alun-Alun Surabaya di Jalan Yos Sudarso.

Dirut PDAM Surya Sembada, Mujiaman, mengatakan saat ini masih terus berkoordinasi dengan Pemkot Surabaya terkait kompensasi tersebut. "Kompensasi kalau menurut undang-undang itu harus. Saya akan berkoordinasi dengan Bu Wali Kota," kata Mujiaman, Kamis (12/9/2019).

Mujiaman menyebut kompensasi itu bisa dilakukan dalam bentuk apapun.
Ia mencontohkan, bisa dalam bentuk pemotongan biaya tagihan dan semacamnya.

"Kemungkinannya bisa saja. Mungkin kompensasinya lebih ke bagaimana perbaikan. Tapi kalau dalam bentuk uang, mungkin kami lakukan," terang Mujiaman.

Mujiaman mengaku akan terus melakukan komunikasi dengan Walikota Tri Rismaharini. Pasalnya, beberapa waktu lalu, Wali Kota Risma sempat memberi statement Pemkot Surabaya belum menyediakan kompensasi lantaran keadaan mampetnya aliran air PDAM itu di luar perkiraan pihaknya. "Coba nanti saya bicarakan," tambah Mujiaman.

Menurut Mujiaman, pihaknya yakin dapat memberikan kompensasi kepada seluruh pelanggan yang terdampak itu. Sebab, ia meyakini Pemkot Surabaya akan memberikan solusi terkait hal itu. "PDAM itu kan miliknya warga Kota Surabaya. Mau diambil uangnya ya uangnya sendiri. Mau diganti ya uangnya sendiri," ungkapnya.

Mengenai langkah PDAM agar kejadian tersebut tidak terulang lagi? Mujiaman mengaku sudah melakukan beberapa langkah. "Saya memastikan sesuai SOP tidak ada acara pengelasan dalam hal pergeseran ini. Harus diusahakan tanpa pengelasan. Karena pengelasan sangat berbahaya. Itu tadi risikonya sangat besar. Harus ada metode yang lain menyambung pipa tanpa pengelasan itu yang jadi SOP kita," papar dia.

"Kedua peta utitilitas harus kita tangani kalau toh menggunakan kegiatan emergency jangan memakai metode pengelasan," tandasnya

Pengerjaan basemen Alun-Alun Suroboyo berdampak pada 200 ribu pelanggan PDAM Surya Sembada. Saat PDAM memasang pipa di area proyek tersebut, terjadi gangguan aliran air minimal dua hari mulai Sabtu (14/9). Namun hingga Selasa (10/9/2019), aliran air tak kunjung normal kembali.

Pelanggan yang terdampak itu adalah di kawasan Gubeng, Ngagel Bilka, Jalan Raya Darmo, Basuki Rahmat, Yos Sudarso, Jalan Sedap Malam, Nias, Ambengan, Undaan, Pasar Atom, Pegirian, Wonosari, Wonokusumo, dan Ujung.

Di antara pelanggan-pelanggan PDAM tersebut, terdapat hotel, kafe, rumah sakit, dan gedung perkantoran. Mereka pun mengimbau karyawan dan tamu-tamunya menghemat dan membatasi penggunaan air. n

Berita Populer