•   Senin, 16 Desember 2019
Ekonomi China

Airbus Perpanjang Kontrak dengan China

( words)
Take off airbus A320. SP/bjt


SURABAYAPAGI.COM -Melihat prospek yang cerah di pasar China, produsen pesawat global airbus akan memperpanjang kemitraan jangka panjang dengan penerbangan China.

CEO Airbus Guillaume Faury sendiri mengatakan kepada Xinhua bahwa perusahaan yang dinaunginya sangat senang melakukan bisnis dan bermitra dengan China akibat ekosistem penerbangan China yang ramah.

Sementara itu, lalu lintas internasional ke dan dari China hamper meningkat dua kali lipat selama 10 tahun terakhir. Bahkan, melihat intensitas itu menurut Prakiraan Pasar Global Airbus, China diperkirakan akan membutuhkan sekitar 7.560 pesawat baru selama 20 tahun ke depan.

"Semakin banyak orang terbang, (dan) ada banyak potensi untuk penerbangan di dalam dan di luar China. Airbus dengan senang hati berkontribusi pada konektivitas China," katanya.

Airbus mengatakan dalam siaran pers bahwa pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman tentang pengembangan lebih lanjut kerja sama industri dengan pihak China pada hari Rabu di Beijing.

Kedua belah pihak sepakat untuk mengambil langkah-langkah praktis dan efektif untuk inisiatif baru mengenai kedua Airbus lorong tunggal dan pesawat berbadan lebar.

Sebelumnya, Airbus telah menjalin usaha patungan dari jalur perakitan akhir A320 yang didirikan di Tianjin pada tahun 2008. Lokasi tersbut merupakan lokasi jalur perakitan akhir ketiga Airbus untuk pesawat berlorong tunggal dan yang pertama di luar Eropa.

“Proyek tersebut juga telah sukses besar” kata Faury, dirinya menganggap bahwa perusahaan melihat masa depan yang cerah karena "pertumbuhan mungkin tidak terbatas untuk penerbangan di China."

Hingga saat ini, 450 pesawat keluarga A320 telah dikirim dari Tianjin ke pelanggan Airbus China dan Asia.

Faury mengatakan Airbus telah melokalisasi lebih banyak kegiatan seperti memperlengkapi badan pesawat dan akan terus meningkatkan produksi dan perakitannya di Tianjin.

Dia mengatakan pengembangan industri penerbangan membutuhkan lingkungan yang terbuka, dan Airbus menyambut meningkatnya koneksi dan hubungan yang lebih dekat antara Cina dan seluruh dunia, terutama Eropa.

Berita Populer