•   Senin, 16 Desember 2019
Sepakbola

Aji Santoso : Ada Masalah Mental

( words)
grafis


Kabar baik buat Bonek yang tengah galau melihat performa Persebaya akhir-akhir ini. Aji Santoso akhirnya ditunjuk sebagai pelatih kepala Persebaya, menggantikan posisi Wolfgang Pikal yang mundur pada Rabu (30/10). Pria asal Malang ini tak asing lagi bagi masyarakat Surabaya. Selain pernah menjadi pemain Persebaya, Aji Santoso pernah dua kali melatih tim “Bajul Ijo”. Kali ini mantan Pelatih Arema FC ini kembali mengarsiteki Presebaya untuk ketiga kalinya. Namun beban berat di depan mata. Apa yang akan dilakukannya?
------

Kepastian Aji Santoso ini diumumkan manajemen Persebaya Surabaya melalui laman resmi klub, Kamis (31/10/2019) sore. Berdasarkan laman tersebut, Aji Santoso mengaku sulit jika harus menolak tawaran untuk melatih Persebaya Surabaya. Terlebih pelatih 49 tahun tersebut memiliki ikatan emosional dengan tim kebanggaan warga Surabaya ini.

Seperti diketahui, Aji Santoso pernah berseragam Persebaya Surabaya sejak 1995 hingga 1999. Bahkan Aji Santoso turut menyumbangkan gelar juara Liga Kansas Indonesia 1996/1997 bagi Persebaya Surabaya. "Terima kasih saya diberi kesempatan melatih di Persebaya. Sebelumnya saya sempat mendapat tawaran tapi situasinya tidak memungkinkan. Tentu saya menerima tawaran ini dengan pertimbangan matang karena Persebaya adalah tim yang membesarkan saya," ucap Aji.

Aji memang bukan orang baru bagi Persebaya. Ini merupakan kali ketiga bagi Aji terlibat di Persebaya. Pertama ia menjadi caretaker pada play-off ISL 2009-2010. Aji kemudian menjadi pelatih Persebaya era kompetisi IPL.

Uston Nawawi dan Bejo Sugiantoro, dua rekannya dari Class of 1997, bakal mendampinginya musim ini. Tugas Aji cukup berat karena Persebaya saat ini dalam tekanan besar. Pasalnya, Persebaya tak meraih kemenangan dalam enam laga. Mereka terus mendapat tekanan dari suporter. Amarah suporter memuncak setelah Persebaya kalah dari PSS Sleman di kandang sendiri, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Selasa (29/10) lalu.

Akibat kericuhan tersebut, suporter membuat kericuhan dan pada laga kandang berikutnya, Persebaya Surabaya harus mengungsi keluar dari Stadion GBT. Tak mau menunggu lama, Aji langsung mempimpin Rendi Irwan Cs latihan pada sore kemarin. Apalagi Persebaya bakal menghadapi pertandingan selanjutnya melawan PSM Makassar, yang dijadwalkan Sabtu (2/11/2019) lusa.

Aji Santoso berharap dirinya mampu bekerja sama dengan para pemain, terutama dalam menghadapi laga terdekat melawan PSM Makassar. "Saya ingin menyampaikan kepada seluruh pemain agar selalu loyal kepada profesi. Pemain harus total kepada Persebaya Surabaya. Tidak hanya sekedar main," ucapnya.

Aji menegaskan mental menjadi satu aspek yang menjadi fokus utama latihan.

"Jelang pertandingan belum banyak yang bisa dibenahi. Paling utama adalah mental bertanding pemain,fighting spirit dan cara bermain mereka. Tidak bisa satu dua hari bisa, pasti butuh waktu untuk proses. Tetapi paling tidak saya bisa mengajarkan filosofi yang saya bawa kepada pemain,” tandas kapten Persebaya saat menjuarai Ligina 1996-1997 itu.

Dia ingin pemain kembali pada karakter ngeyel ala Persebaya di zamannya. Persebaya seharusnya pantang menyerah. Pola menyerang mengandalkan umpan pendek dan cepat dari kaki ke kaki tanpa bola lambung adalah karakter Persebaya di masa dia di tengah lapangan. "Kalau kita lihat sejarahnya, Persebaya dari zaman Abdul Kadir sampai Samsul Arifin, lalu Mustaqim sampai saya filosofinya tidak berubah. Main bola bawah dengan aliran cepat bukanlong pass," katanya.

Kekalahan dari PSS Sleman menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Persebaya di Liga 1 2019. Atau yang keempat dalam enam pertandingan terakhir. Kehilangan poin di kandang membuat Persebaya menempati posisi ke-9 klasemen sementara Liga 1.

Selanjutnya, Persebaya bakal melawan PSM Makassar. Namun, sampai sekarang lokasi big match itu belum disepakati bersama oleh kedua tim. Rencana pertandingan di Stadion Batakan, Balikpapan, terancam gagal setelah tidak tercapainya kesepakatan kedua tim. PT LIB sebagai regulator menunggu keputusan PSSI soal kelanjutan pertandingan itu. n

Berita Populer