•   Sabtu, 14 Desember 2019
Peristiwa Internasional

Akibat Adu Mulut, Seorang Pria Dibakar Demonstran Di Hongkong

( words)
capture video seorang pria yang dibakar oleh salah seorang demonstran di Hongkong


SURABAYAPAGI.COM, -Bentrokan yang terjadi di Hongkong semakin ekstrim. Bentrokan yang terjadi pada awal pekan ini menunjukkan salah seorang pria bermasker yang terlibat dalam bentrokan tersebut melemparkan cairan mudah terbakar ke arah sejumlah orang diatas jembatan penyeberangan.

Insiden tersebut terekam dan videonya viral secara online.

Seorang pria bermasker yang berpakaian serba hitam kemudian tampak melemparkan cairan ke arah pria tersebut dan membakarnya. Orang-orang di sekitar pria itu langsung berlarian menyebar dan korban tampak dengan panik berusaha melepas kaosnya.

"Dalam insiden yang paling mengejutkan, sejumlah perusuh menuangkan cairan mudah terbakar ke seseorang dan membakar orang tersebut," kata juru bicara Kepolisian Hong Kong, John Tse, kepada wartawan dalam konferensi pers. Video serangan itu yang viral di media sosial ikut ditayangkan.

"Pria itu dibawa ke rumah sakit dalam kondisi kritis," ucap Tse dalam pernyataannya.

John Tse tidak menyebut identitas korban pembakaran, ia hanya menyebut lokasi pembakaran terjadi di area Ma On Shan yang berjarak sekitar 20 kilometer dari distrik pusat bisnis Hongkong pada Senin (11/11) waktu setempat.

Sebelum serangan itu terjadi, sejumlah demonstran bermasker melakukan perusakan di stasiun kereta bawah tanah Ma On Shan dan para penyidik meyakini bahwa pria yang dibakar saat itu sedang ‘mengejar para perusuh’

"Setelah itu dia dipukuli dan dibakar," ujar Tse.

Seorang juru bicara otoritas rumah sakit setempat menyebut bahwa seorang pria yang mengalami luka bakar telah dibawa ke Rumah Sakit Prince of Wales, yang merupakan rumah sakit terdekat dari Ma On Shan.

Topik yang memicu pertengkaran antara pria yang dibakar dengan para demonstran, tidak diketahui pasti. Namun percakapan dari rekaman video yang viral menunjukkan pria berkaos hijau mengkritik para demonstran. Kritikan itu memicu adu mulut berkepanjangan hingga terjadinya serangan itu.

Berita Populer