•   Rabu, 11 Desember 2019
Hobi

Anak Miskin Boleh Jadi Akpol

( words)
Beberapa pemeran film yang terlibat sang prawira


SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Terkisah, ada pemuda lahir di daerah danau toba, sejak kecil dirinya ingin bercita cita jadi polisi. Tapi, keinginan tersebut dihadang oleh ayahnya yang ingin menjadikan dirinya sebagai pengusaha.

Ketika si Horas, menginjak remaja SMA, pertengkaran antara ibu dan ayah semakin sengit. Pasalnya, ibu menuruti keinginan anaknya jadi polisi. Sedangkan ayah mengharapkan jadi seorang pengusaha atau tenaga kerja diluar negeri dan pulang dengan membawa uang banyak. Karena mereka, memang dari kalangan orang miskin. Makanya, ayahnya meminta agar dirinya jadi pengusaha.

Itulah sekelumit cerita film yang akan beredar tanggal 28 Nopember 2019. Film yang di produseri Ponti, mengambil cerita dari pengalaman pribadi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto.

Kemudian cerita ini ditambahi, oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, terutama tentang sosok seorang polisi yang berani dan tangguh serta muatan pesan moral pedagogis (strategi pembelajaran) kepada masyarakat.

Film layar lebar ini selain menampilkan profesionalisme polisi dalam menjalankan tugas, juga memperkenalkan berbagai kultur masyarakat dan destinasi wisata serta membangun rasa nasionalisme.

Sedangkan, lokasi syuting mengambil ada sekitar 130 titik dan tersebar di beberapa daerah seperti Karo, Simalungun, Tobasa, humbahas Tanjung Balai, Sibolga, Nias, Medan, Semarang (Akpol) dan Jakarta (Mabes Polri).

Ponti mengaku sebagai pria berdarah suku Nias yang pernah mengenyam pendidikan dua tahun di Italia dirinya sangat senang akan film ini. Dirinya, pernah membuat film dengan Karya-karyanya antara lain Samadoni Tano (2011), Anak Sasada (2011) dan Tanah Parsirangan (2012), semuanya adalah film berbahasa daerah.

Ia mengakui, keinginannya untuk memproduksi sebuah film ini,agar bisa mengobati rasa kerinduan dan cintanya pada kampung halaman serta memberikan pesan pesan moral, adat istiadat yang kerap dilanggar seiring berjalannya perkembangan zaman.

Sedangkan Film ini melibatkan pejabat negara dan Polri seperti Mendagri Tito Karnavian, Menkumham Yasoana laoly, Gubernur Jateng Ganjar, As SDM Polri Irjen Pol. Eko Indra H eri, Kapolda sumut dan sebagainya.

“Bagaimana Horas bisa meyakinkan ayahnya? Temukan jawabanya dalam Film Sang Prawira di bioskop kesayangan anda Mulai 28 Nopember 2019.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Frans Barung Mangera menjelaskan Film Ini bagus untuk di tonton oleh semua elemen masyarakat, karena menceritakan kisah nyata seorang anak muda yang gigih kemauannya walaupun dia dari keluarga yang susah di kehidupannya terutama kampung halamannya.nt

Berita Populer