•   Sabtu, 28 Maret 2020
Pilgub2018

Anas : Saya Sudah Biasa dengan Desas Desus

( words)
Ini salah satu foto diduga mirip Azwar Anas yang menghebohkan karena beredar di medsos dan kalangan wartawan


Bupati Banyuwangi yang juga kandidat Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jawa Timur Abdullah Azwar Anas, kembali digoyang isu soal perempuan. Anas menganggap hal ini sebagai upaya pembunuhan karakter dirinya. Isu juga dianggap sebagai risiko atas kebijakan pembangunan daerah yang bermanfaat buat rakyat banyak, yang telah ditelurkannya.
Azwar Anas menganggap ada proses pembunuhan karakter terkait polemik pencalonan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur (Pilgub) Jatim. Ada sejumlah upaya pembunuhan karakter, termasuk teror yang kerap diterima Anas dan keluarganya.
”Jadi terkait apa yang jadi desus-desus itu, saya sudah biasa. Perlakuan yang sama persis seperti ini sudah saya terima sejak tahun kedua menjabat ketika saya menerapkan sejumlah kebijakan, seperti pelarangan pasar modern, memperjuangkan saham bagi rakyat di sektor pertambangan, dan sebagainya. Bahkan, saya dilaporkan melakukan kriminalisasi kebijakan karena kebijakan-kebijakan tersebut,” jelas Anas, Jumat (6/12/2018) di Surabaya.
Soal isu soal pelanggaran moral dan beredarnya foto mirip dirinya bersama perempuan adalah hal yang bertujuan memojokkan dirinya. Terlebih saat ini menjelang tahun politik. ”Bahkan saya juga dikirimi macam-macam gambar di masa lalu untuk mencegah saya mengambil kebijakan-kebijakan tertentu. Tapi kan saya tetap lanjutkan apa yang baik bagi orang banyak,” imbuh Anas.
Bupati dua periode ini menyebut, membangun daerah memang bukan suatu hal yang mudah. Ada banyak tantangan. “Tapi karena dukungan penuh masyarakat, kemudian terbukti banyak perubahan di Banyuwangi. Ya ini saya anggap sebagai risiko lah, apapun yang datang menghadang untuk kebaikan banyak orang seperti program Rantang Kasih yang memberi makanan bergizi tiap hari ke lansia, program uang saku tiap hari bagi pelajar miskin dan sebagainya, ya itu sudah biasa kita hadapi jika ada yang menyerang terkait momen politik,” papar Anas.
Beredar di Medsos
Azwar Anas memaparkan hal tersebut, menyikapi beredarnya foto seronok mirip dirinya ke publik. Foto tersebut diketahui tersebar di kalangan wartawan dan media sosial. Setidaknya, ada tiga foto yang beredar. ‎Foto pertama, pria mirip Azwar Anas duduk di kursi sambil memangku seorang wanita dan memeluknya. Sepertinya di dalam kamar hotel dengan jendela tertutup rapat. Gorden coklat dan krem juga menutup jendela ruangan.
Foto kedua, pria yang diduga mirip dengan Anas menggunakan kaus putih tanpa mengenakan celana di sebuah ruangan. Di tangan kirinya tampak memegang sebuah power bank (pengisi daya handphone). Di foto tersebut, juga tampak botol minuman keras seperti botol whisky.
Sedang foto ketiga, seorang pria diduga mirip Anas sedang berada di dalam mobil dengan menggunakan kaus berwarna biru. Di situ juga tampak botol whisky seperti di foto kedua. Dalam mobil itu juga tampak ada sebuah kaki mulus diduga kaki perempuan ya ‎selonjor ke badan pria tersebut.
Respons PDIP
Beredarnya foto mirip Anas ini ternyata diketahui juga oleh DPP PDIP. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan belum tentu foto-foto itu milik Azwar Anas. Hasto juga tidak memastikan benar dan tidaknya foto pria itu merupakan Bupati Banyuwangi yang saat ini dimajukan Cawagub di Pilgub Jatim.
Kata Hasto, sosok di foto itu masih bersifat diduga Anas. Lagi-lagi, Hasto tak menjawab tegas apakah memang Anas yang ada di foto itu. Politisi senior ini hanya mengatakan setiap manusia pastilah tak sempurna. "Apapun yang namanya Pak Anas itu kepemimpinannya diterima masyarakat Banyuwangi sehingga diakui kepilih dua kali. Ini yang harus kita lihat juga. Bahwa setiap manusia ada berbagai hal-hal persoalan di masa lalu. Ya kita manusia tidak sempurna," tandas Hasto di Jakarta, Jumat (5/1) kemarin.
Bagi Hasto, pasangan Gus Ipul-Anas memiliki kualifikasi yang baik. Dia tak heran apabila banyak isu liar yang digunakan untuk menjatuhkan elektabilitasnya dengan berbagai cara. n rko/ifw/an

Berita Populer