Aktivis Partai Andi, Positif Gunakan Sabu dan Dite

Andi Arief, tak beri Contoh Politisi Baik

Jaka Sutrina, Erick K.
Wartawan Surabaya Pagi
Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief yang pernah nge-tweet soal 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos kini ditahan di Bareskrim Polri. Penahanannya, bukan terkait berita hoax atau ujaran kebencian.
Andi, ditangkap petugas Polri sedang gunakan Sabu di hotel Pininsula Jakarta, Minggu malam. Tindakan Andi, nyabu bukan contoh politisi yang baik.
"Kami prihatin atas kasus yang menimpa Andi Arief dan semoga Andi Arief tabah menghadapi cobaan ini," komentar anggota TKN Jokowi-Ma’ruf, Achmad Baidowi (Awiek), atas penangkapan dan penahanan Andi, soal narkoba, Senin (4/3/2019).
Pengingat bagi Politisi
Baidowi yakin polisi bekerja profesional menangani kasus Andi Arief. Baidowi berharap kasus ini menjadi pengingat bagi politisi Tanah Air agar senantiasa memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.
"Hal ini sekaligus sebagai peringatan bagi kita sebagai elite politik harusnya kita semua bisa memberikan contoh yang baik. Kami yakin polisi sudah bekerja secara profesional dalam menjalankan tugasnya," ujar anggota DPR itu
Selain itu, ia meminta publik tak membuat spekulasi liar terkait kasus yang menjerat Andi. Awiek mendoakan Andi tabah menjalankan proses hukum.
"Maka sebaiknya Andi Arief jalani proses hukum dan tak perlu ragu mengungkap jejaring peredaran narkoba yang diketahuinya. Publik tidak perlu berspekulasi terhadap kasus ini," harap Baidowi.
Salahkan Jokowi
Sementara itu Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono, menyalahkan Presiden Joko Widodo atas tertangkapnya Wasekjen Partai Demokrat (PD) Andi Arief karena narkoba.
Tudingan Poyuono ini ditepis oleh Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.
"Pak Arief Poyuono sedang tidak mengigau, kan? Kok Andi Arief yang mengkonsumsi narkoba, Pak Jokowi yang disalahkan. Andi Arief yang bersalah, Pak Jokowi yang disalahkan. Justru dengan ditangkapnya Andi Arief pemerintah Jokowi tak pandang bulu siapapun yang terlibat narkoba harus diadili," tuding juru bicara TKN Jokowi, Ace Hasan Syadzily, kepada wartawan, Senin (4/3/2019)
Partai Demokrat Terkejut
Kadiv Hukum PD Ferdinand Hutahaean menyatakan terkejut dengan perbuatan Andi Arief, gunakan narkoba.
"Partai Demokrat menyesalkan peristiwa ini. Kami sangat menyesal atas apa yang menimpa kader kami. Bahwa kami tegaskan Partai Demokrat dalam hal ini tetap di dalam posisinya, tidak akan memberikan toleransi dan kompromi kepada siapa pun yang menyalahgunakan narkoba," jelas Ferdinand, di kantor DPP PD, Jakarta pusat.
Sementara, terkait sanksi dari Partai Demokrat untuk Andi Arief, partai berlambang mercy itu akan segera melakukan rapat internal partai. "Biar itu jadi keputusan partai dan kami akan sampaikan segera," tambah Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat Imelda Sari di Media Center Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.
PD akan menggelar rapat dadakan membahas Andi Arief yang tertangkap gegara narkoba. Imelda menyebut hasil rapat soal Andi nantinya akan dirilis ke publik.
Disindir Timses Jokowi
Sedangkan salah satu partai pendukung Jokowi-Ma’ruf, Ketua DPP PSI Guntur Romli di akun Twitter-nya, @GunRomli, Senin (4/3/2019), mengunggah dua foto Andi Arief yang telah dikolase.
Dia menyinggung soal kardus. "Kemesraan ini.... Dari Jenderal Kardus hingga Sel Penuh Kardus...," kata Guntur Romli. Cuitan Guntur Romli itu ditulis ulang apa adanya.
Guntur Romli juga menyelamati Andi Arief soal kasus narkoba itu. "Selamat Bung @AndiArief__ masuk tipi, membantu erektabilitas parpolmu..." cuit Guntur.
Kasus Andi Memalukan
Sementara, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, menyatakan prihatin membaca berita penangkapan Andi Arief terkait narkoba. Menurutnya, kasus ini memalukan mengingat posisi Andi sebagai aktivis partai.
"Publik mungkin bertanya-tanya apakah ketika Andi nge-tweet soal 7 kontainer surat suara yang sudah tercoblos lagi nyabu sehingga tidak sepenuhnya sadar," sebut Andi,
Toni, sapaannya, berharap kasus Andi ditangani secara transparan. Dia berharap tak ada isu-isu liar terkait kasus Andi Arief.
Positif Narkoba
Divisi Humas Mabes Polri menyatakan berdasarkan penyelidikan sementara, Andi Arief merupakan pengguna.
"Sampai saat ini saya melakukan konsolidasi dengan Bareskrim, belum ditemukan bukti dan fakta kuat apakah berkorelasi dengan kelompok mana, mafia mana, dan lain-lain," ujar Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal di kantornya, Jl Trunojoyo, Semalam.
Iqbal, mengatakan Andi sejauh ini merupakan pengguna narkoba jenis sabu. Hasil tes urine menunjukkan Andi terbukti mengkonsumsi sabu.Saat ditangkap, polisi mengumpulkan sejumlah barang bukti seperti kondom, sedotan bong, rokok dan minuman serta tas wanita.
Langsung Ditahan
Andi Arief, sejak Senin dini langsung ditahan pasca ditangkap penyidik Bareskrim Polri. Penahanan karena dugaan penggunaan narkoba. Di ruang tahanan, Andi beralaskan kasur dan dekat dengan kardus.
Dalam foto yang beredar, Andi Arief tampak tengah duduk bersila di atas kasur berwarna merah muda. Kasur tersebut beralaskan tikar warna hijau.
Saat ditangkap, menurut informasi, ada seorang wanita yang mengenakan blouse sleeveless warna pink disertai celana jeans ketat warna biru. Wanita ini diduga berprofesi sebagai artis. Wanita tersebut berinisial CJ dan sempat diperiksa di kamar hotel.
Tercengang dan Prihatin
"Kita tercengang dan prihatin. Hari gini masih ada politikus menggunakan narkoba?" ujar Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Ma’ruf, Ahmad Rofiq, kepada wartawan, Senin sore.
Rofiq, berharap kasus ini menjadi pelajaran bagi semua pihak. Dia pun mengapresiasi kinerja kepolisian yang memberantas peredaran narkoba tanpa pandang bulu.
"Sebagai public figure tentu sangat disayangkan dan patut mendapat mendapatkan hukuman yang setimpal. Harap ini jadi pelajaran penting bagi semuanya. Bagaimanapun, narkoba adalah perusak masa depan bangsa. Harus diberantas," katanya. n