•   Kamis, 12 Desember 2019
Peristiwa Hukum

Anggota Polisi Korban Bom Medan, Dapat Kenaikan Pangkat

( words)
Wakapolda Sumut, Brigjend Pol Mardiaz Kusin.


SURABAYA PAGI, Jakarta – Pasca bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan pada Rabu pagi (13/11/19) diketahui sebanyak empat anggota polisi yang terluka akibat bom tersebut. Pasalnya polisi yang terluka itu akan mendapat kenaikan pangkat luar biasa.

Keempat polisi tersebut adalah Kasi Propam Polrestabes Medan Kompol Abdul Mutolip mengalami luka tangan kanan robek; Kasubbag Bin Ops Polrestabes Medan Kompol Sarponi luka robek bokong sebelah kanan.

Lainnya adalah Staf Propam Polrestabes Medan Aipda Deni Hamdani luka terkena serpihan; Staf Propam Polrestabes Medan Bripka Juli Chandra Siregar telinga sebelah kanannya tak bisa mendengar.

"Untuk penanganan di rumah sakit, pemerintah akan menanggung semua. Para korban akan diberi tali asih. Informasinya juga, para korban yang Polri akan diberikan penghargaan, mungkin bisa kenaikan pangkat luar biasa, bisa jadi sekolah," beber Wakapolda Sumut Brigjend Pol Mardiaz Kusin.

Selain empat korban polisi, ada dua korban luka berstatus warga sipil. Mereka adalah Richard Purba, pekerja harian lepas Polrestabes Medan di Bag Ops mengalami luka memar di wajah dan lengan dan Ihsan Mulyadi Siregar, mahasiswa, mengalami luka di pinggul sebelah kiri karena terkena serpihan.

Disisi lain, Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Tingkat II Medan, Kombes Pol dr A. Ginting mengatakan keenam korban saat ini menjalani masa penyembuhan.


"Keenam korban ini kategori ringan-sedang dan sudah ditangani dengan baik. Semuanya tidak ada dirujuk ke rumah sakit lain. Sejauh ini ini tidak ada lagi keluhan, hanya menunggu penyembuhan," ungkapnya.


Ginting menerangkan dari enam orang korban, tiga di antaranya harus menjalani operasi dan semua berhasil. Salah satunya dilaksanakan penyambungan tendon atau urat otot yang sempat putus pada salah satu pasien.


"Jadi sudah berhasil dilakukan oleh tenaga bedah ortopedi di RS Bhayangkara. Satu lagi pasien mengalami luka bakar dan sudah dilakukandebridement (pengangkatan secara medis jaringan yang mati atau rusak) dan hasilnya cukup memuaskan begitu baik dan kita menunggu penyembuhan selanjutnya," terangnya.


Disisi lain, Bom bunuh diri terjadi di Mapolrestabes Medan kemarin pagi. Terduga pelaku peledakan berinisial RMN tewas. Sejak kejadian itu polisi telah mengamankan 12 orang masih terus bergerak memburu sejumlah orang yang ada kaitannya dengan terduga pelaku.


"Hingga sore ini Kamis (14/11/19) petugas kepolisian telah mengamankan sebanyak 12 orang untuk dimintai keterangannya lebih lanjut," ungkap Mardiaz.

Tim Gabungan yang terdiri dari personel Polda Sumut, Polrestabes Medan dibantu Densus 88 Mabes Polri terus bergerak melakukan penyelidikan pascainsiden itu.

"Dari 12 orang yang sudah diamankan tersebut, sejauh ini belum ada satupun yang ditetapkan sebagai tersangka," tandasnya.

Dua belas orang itu, kata Mardiaz, terdiri dari orang tua dari pelaku, mertua, istri, kakak, dan kemudian tetangga.

"Saat ini (semuanya) masih kita periksa, statusnya masih saksi," katanya.

Berita Populer