Angka Covid-19 Masih Tinggi, Besok Khofifah Panggil Bupati dan Wali Kota

Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono.SP/SP

SURABAYAPAGI, Surabaya - Mengingat kasus Covid-19 di Jawa Timur tak kunjung turun, Pemprov Jatim berencana akan mengumpulkan bupati/wali kota se-Jatim guna membahas penanganan Covid-19.  Berdasarkan data Tim Covid-19 per Kamis (10/9/2020) September, jumlah pasien positif corona bertambah 381 kasus. Sedangkan total warga Jatim yang terjangkit mencapai 37.093 kasus.

“Besok ibu gubernur bersama kapolda dan pangdam akan mengumpulkan bupati/wali kota se-Jatim dengan pimpinan DPRD di Batu. Pertemuan itu untuk menindaklanjuti beberapa surat dari kementerian untuk penanganan Covid-19, termasuk kondisi yang sekarang,” kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Jatim Heru Tjahjono, Kamis (10/9/2020).

Dalam pertemuan itu, kata dia, juga akan ada agenda pembahasan evaluasi pembukaan sekolah. Heru optimistis semua yang menyangkut penanganan Covid-19 di Jatim bisa dituntaskan dalam satu hari besok.

“Besok akan dengan cepat mengambil keputusan dengan forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah),” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyebut penularan Covid-19 selama 10 hari terakhir cukup membahayakan. Bahkan, tingkat penyebarannya meningkat 10 kali dari biasanya.

Mantan menteri sosial itu mengatakan bahwa rate of transmission (Rt) atau tingkat penularan di Jatim kembali tinggi. Satu orang bisa menulari 10 orang.

Atas fakta tersebut, pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan berpotensi membeludak. Dari 37.093 kasus di Jatim, 5127 di antaranya masih dalam perawatan. Pasien sembuh hari ini berjumlah 311, sehingga secara kumulatif, pasien sembuh di Jatim berjumlah 29.278 orang.

Ada penambahan 42 pasien yang meninggal hari ini sehingga secara kumulatif, pasien meninggal akibat COVID-19 di Jatim berjumlah 2.688 orang.

Karena itu, Khofifah meminta masyarakat meningkatkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker dan mencuci tangan.