•   Senin, 24 Februari 2020
Peristiwa Internasional

Antisipasi Dini, Hong Kong Perketat Keamanan di Bandara

( words)
Beberapa masa unjuk rasa Hong Kong SP/Lp6


SURABAYAPAGI.com - Situasi Hong Kong yang kian mamanas telah membuat berbagai sector di Hong Kong melemah, bahkan sempat dua Negara besar seperti AS dan Australia mengeluarkan travel warning kepada penduduknya yang akan melancong ke Hong Kong.

Saat ini, situasi yang sama juga masih terasa akibat adanya aksi demonstrasi yang akan berlangsung dalam tiga hari mendatang.

Atas hal itu, Otoritas Bandara Hong Kong pada hari Jumat (9/8/2019) menyatakan hanya akan mengizinkan penumpang yang berangkat dengan dokumen perjalanan untuk memasuki terminal bandara menjelang aksi demonstrasi anti-pemerintah lanjutan selama tiga hari mendatang.

Langkah tersebut dilakukan ketika para pejabat pemerintahan mengonfirmasi bahwa seorang komandan polisi yang mengawasi demonstrasi pro-demokrasi yang mengguncang bekas koloni Inggris pada tahun 2014 tersebut telah dipanggil untuk membantu menangani aksi demonstrasi yang telah menjerumuskan Hong Kong ke dalam krisis ini.

Menurut pernyataan pemerintah, mantan wakil komisaris polisi Alan Lau Yip-shing telah ditunjuk untuk membantu menangani ketertiban umum berskala besar dan mengarahkan operasi, termasuk kegiatan untuk menandai peringatan 70 tahun berdirinya Republik Rakyat China pada 1 Oktober.

Reuters melaporkan, sejumlah pihak menganggap pemanggilan Lau ini merupakan suatu langkah yang menunjukkan pemerintah kurang percaya diri pada kapasitas kepemimpinan polisi saat ini dalam mengelola tanggapan terhadap protes.

Hong Kong, yang kembali ke Pemerintahan China pada tahun 1997, terlibat dalam krisis politik terburuk selama beberapa dekade setelah dua bulan protes yang meningkat dan menjadi salah satu tantangan paling berat bagi pemimpin China Xi Jinping sejak ia menjabat pada 2012.

Para demonstran berencana untuk berkumpul di bandara pada Jumat sore waktu setempat, dengan lebih banyak aksi massa direncanakan di seluruh kota pada akhir pekan.

"Untuk menjaga kelancaran proses prosedur keberangkatan penumpang dan operasi terminal, hanya penumpang keberangkatan dengan tiket pesawat atau boarding passuntuk 24 jam ke depan dan dokumen perjalanan yang valid, atau staf bandara dengan bukti identitas, yang diizinkan masuk ke bagian check-in di Terminal 1," kata Otoritas Bandara dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip Reuters.

Berita Populer