•   Kamis, 17 Oktober 2019
Surabaya

Ardo Sahak, Hudiyono, dan Anom Surahno Saling “Berebut”

( words)


Bursa Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur

Solichan Arief, Riko Abdiono
Tim Wartawan Surabaya Pagi
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim segera melakukan proses assessment di beberapa jabatan kosong di sejumlah OPD. Setidaknya ada 7 jabatan kosong yakni Asisten I Bidang Pemerintahan Setdaprov, Asisten III Setdaprov, Direktur RSUD dr Syaiful Anwar, Wadir Layanan RSUD dr Syaiful Anwar, Kepala Biro Sumber Daya Alam, Staf Ahli Gubernur Jatim dan Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur. Untuk nama yang disebut terakhir, sepeninggal Saiful Rachman, masih misteri. Bahkan, kursi bergengsi di Pemprov Jatim ini sudah diincar beberapa nama.
Dari penelusuran tim Surabaya Pagi di lingkungan Pemprov Jatim, sejumlah nama yang beredar “berebut” kursi Kepala Dinas Pendidikan diantaranya Ardo Sahak (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim), kemudian Anom Surahno (Kepala Badan Kepegawaian Jatim), serta Dr. Hudiyono (Kepala Biro Administrasi Kesejahteraan Masyarakat Setdaprov Jatim). Untuk Hudiyono, saat ini masih merangkap sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur.
Ketiga nama yang beredar disebut cukup layak, karena pengalaman mereka memimpin sejumlah OPD. Fredy Purnomo anggota Komisi A DPRD Jatim mengatakan, siapapun yang bakal memimpin Dinas Pendidikan haruslah orang yang memenuhi sejumlah kriteria.
Di antaranya, memiliki loyalitas, kemampuan serta berpengalaman di dinas Pendidikan Jatim serta kepangkatannya sesuai. "Bisa jadi dari mereka yang pernah berkarier di Dinas Pendidikan, bisa juga dari luar dengan cara Assesment," ujar Fredy pada Surabaya Pagi, kemarin.
Anggaran Pendidikan Naik
Kata dia lebih jauh, kewenangan pendidikan SMA dan SMK yang diserahkan pada Pemprov Jawa Timur merupakan tugas yang cukup berat, terlebih anggaran yang dikelola Dinas Pendidikan Provinsi bukan lagi 20 persen dari total APBD nanum sudah pada angka 23 persen.
Ini menandakan dunia pendidikan di Jatim mendapatkan perhatian yang cukup besar dari Pemerintah Provinsi Jatim dibawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto Dardak.
Karenanya dibutuhkan pemimpin yang tangguh. Bukan hanya memiliki loyalitas, namun juga kemampuan untuk memimpin Dinas kelas ’A’ di Provinsi Jatim tersebut. Siapa mereka, Fredy mengatakan banyak potensi yang bisa duduk di kursi itu, di antaranya adalah Ardo Sahak, Kepala Dinas Kominfo. Ardo disebut cukup berpengalaman karena pernah berkarier di Diknas serta telah memimpin sejumlah OPD. Selain Ardo ada juga nama Hudiono Kabiro Kesos. "Namun pastinya siapa, itu merupakan kewenangan Gubernur," sebutnya.
Hudiyono Calon Kuat
Hudiyono sendiri sebelum di Kabiro Kesos, juga pernah bergelut di Dinas Pendidikan Jatim sebagai Kepala Bidang Pendidikan Menengah Kejuruan dan Perguruan Tinggi sekitar tahun 2015-2016. Bahkan, Hudiyono meraih gelar doktor ilmu Administrasi di FISIP Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya.
Di lingkaran Gubernur Jatim, calon kuat Kepala Dinas Pendidikan tetap akan diteruskan oleh Plt Dinas Pendidikan saat ini. “Ibu sepertinya tetap akan memilih pak Hudiyono. Apalagi beliau juga pernah berkarier disana (Dinas Pendidikan Jatim) saat pak Saiful menjabat,” jelas sumber di lingkungan Pemprov Jatim, kepada Surabaya Pagi yang meminta namanya dirahasiakan, Kamis kemarin.
Sementara, Hudiyono, saat ditemui Surabaya Pagi, mengikuti perintah dari Gubernur Jatim saja. “Nurut saja kita. Saat ini saya ditugaskan sebagai Plt oleh Gubernur, jadi fokus bekerja saja dulu,” kata Hudiyono.
Menunggu Rotasi
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BKD Jatim Anom Surahno enggan memberikan komentar panjang lebar soal namanya yang disebut masuk bursa Kepala Dinas Pendidikan Jatim. Mantan Kepala Biro Pemerintahan itu menyebut dirinya masih jauh. "Waduh mboten, tasih tebih" sebut Anom.
Meski sudah banyak nama yang beredar, Anom mengatakan nama nama yang bakal mendaftar assesment masih belum ada karena masih belum dibuka. "Kita nunggu rotasi dulu," sambungnya.
Ardo Sahak “Ngebet”
Disebut tentang namanya yang beredar di bursa, Kepala Dinas Kominfo Jatim Ardo Sahak, tidak menampiknya. Ardo mengakui dirinya memang telah lama berkarier di Dinas Pendidikan Jatim. "Jabatan terakhir saya adalah Kepala bidang sekolah menengah umum," katanya pada Surabaya Pagi, kemarin.
Menurut Ardo, selama 23 tahun dirinya mengabdi sebagai ASN di Dinas Pendidikan. Pengabdiannya beralih pada 2011 saat ia ditugaskan untuk pindah di instansi lain hingga memimpin berbagai OPD.
Ardo diketahui pernah menjabat sebagai Sekrterais Korpri Jatim kemudian Kepala Biro Organisasi Setdaprov Jatim, lalu Badan Ketahanan Pangan, Asisten III, Kepala Balitbang dan Kepala Dinas Kominfo Jatim saat ini. "Kalau pangkat sekarang saya sudah IV D," tandasnya.
Tak Asal Open Bidding
Sebelumnya Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan akan melakukan pengisian jabatan kosong di beberapa OPD Jatim. Namun pengisian jabatan kosong itu, akan ia lakukan proses assement lebih dulu.
Asesmen ini yang akan menjadi pertimbangan rotasi maupun mutasi.
“Saya minta untuk melakukan asesmen dulu oleh tim indepen. Setelah itu, baru bisa dilakukan pengambilan keputusan yang lain, apakah rotasi atau bagaimana. Setelah itu baru akan dilakukan open bidding,” tutur Khofifah ditemui usai menghadiri Halal Bi Halal di Kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim, Rabu (12/6).
Asesmen ini, kata Khofifah, akan dilakukan untuk semua eselon dua di lingkungan Pemprov Jatim. Dari hasil asesmen tersebut, akan terlihat kompetensi masing-masing untuk penempatan. Apakah seseorang itu maksimal ditempatkan di bidang A, atau dinas B atau kepala biro atau juga asisten. Terakhir, jika masih ada jabatan yang kosong baru dilakukan open bidding. “Tidak bisa open bidding kalau tidak sedang kosong. Orang yang mau pensiun juga tidak bisa di open bidding jabatannya,” tandasnya.

Berita Populer